KARIMUN | WARTA RAKYAT — Kabupaten Karimun sukses mengokohkan posisinya di peringkat ketiga pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XII Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2026.
Capaian ini menyamai prestasi yang diraih pada tahun sebelumnya, sekaligus menegaskan konsistensi kafilah Karimun di papan atas persaingan syiar Qur’ani tingkat provinsi.
Kendati mampu mempertahankan posisi di zona tiga besar, Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tidak ingin berpuas diri.
Evaluasi menyeluruh kini langsung digulirkan demi menyusun strategi baru yang lebih agresif dan terukur untuk mendongkrak prestasi di masa depan.
Kepala Bagian Kesra Kabupaten Karimun, Wahyu Amirullah, menegaskan bahwa target untuk menembus posisi runner-up pada perhelatan berikutnya bukanlah hal yang mustahil jika fondasi pembinaan diperkuat sejak dini melalui langkah-langkah taktis dan reformasi pembinaan.
Salah satu poin krusial dalam rencana aksi yang disiapkan oleh Bagian Kesra adalah program pemetaan kembali potensi sumber daya manusia (SDM) asli daerah.
Wahyu menekankan pentingnya menarik kembali dan merangkul talenta-talenta berbakat asal Karimun yang saat ini memperkuat kabupaten atau kota lain.
“Sesuai dengan penyampaian Pak Sekda tadi, kita Bagian Kesra sudah mengevaluasi titik-titik yang perlu kita tingkatkan ke depan. Target juara dua ke depan itu tidak mustahil,” ujar Wahyu Amirullah.
Hal ini disampaikannya usai penyambutan
kepulangan Kafilah Kabupaten Karimun usai mengikuti MTQ XII Provinsi Kepri, di Rumah Dinas Bupati Karimun, Jumat (10/7/2026).
MTQ XII resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, di halaman Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri pada Kamis (9/7/2026) malam.
“Yang pertama tentunya kita akan meningkatkan dari sisi kepesertaan. Nanti akan mengembalikan peserta-peserta yang tersebar di kabupaten lain, yang kebetulan yang bersangkutan adalah anak Karimun, untuk kita minta mereka seutuhnya mengikuti Kabupaten Karimun di perhelatan MTQ,” kata Wahyu.
Langkah repatriasi ini akan berjalan beriringan dengan evaluasi menyeluruh pada pola pembinaan dan pemusatan latihan (Training Center/TC) di setiap cabang perlombaan guna mendeteksi aspek mana saja yang memerlukan intervensi lebih lanjut.
“Kemudian kita juga mengevaluasi banyak hal terkait dengan pembinaan dan sebagainya,” tambah Kabag Kesra.
Selain fokus pada aspek peserta, reformasi taktis ini juga akan menyasar pada penguatan kelembagaan instruksional.
Bagian Kesra Kabupaten Karimun telah melakukan koordinasi intensif dengan jajaran pimpinan daerah untuk memberikan dukungan penuh kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) sebagai motor penggerak utama di lapangan.
“Yang tidak kalah pentingnya, kita sudah bicara dengan pimpinan, bagaimana nanti memberi penguatan kepada LPTQ yang merupakan lembaga teknis terkait dengan per-MTQ-an. Itulah mungkin yang sudah kita persiapkan setelah MTQ ini selesai,” jelas Wahyu.
Komitmen perubahan ini dipastikan akan langsung dieksekusi tanpa menunda waktu.
Pemerintah Kabupaten Karimun bersama jajaran pengurus LPTQ dijadwalkan segera menggelar pertemuan strategis untuk merumuskan formula pembinaan jangka panjang yang komprehensif.
“Insyaallah tidak lama, kami sudah sepakat dengan Ketua LPTQ nanti kita akan melaksanakan evaluasi secara menyeluruh,” pungkasnya optimis.
Melalui sinergi manajemen pembinaan yang profesional oleh LPTQ serta optimalisasi potensi putra-putri daerah, Kabupaten Karimun optimistis mampu menyajikan performa yang jauh lebih gemilang dan menembus target baru pada ajang MTQ Provinsi Kepri mendatang. [Nov]






