PT TIMAH Angkat Kekayaan Alam Kundur ke Pentas Nasional Lewat TINS Batik, Kreativitas Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi

PT TIMAH Angkat Kekayaan Alam Kundur ke Pentas Nasional Lewat TINS Batik, Kreativitas Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Kekayaan alam dan kearifan lokal Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, kini menemukan wajah baru melalui selembar kain batik.

Lewat pengembangan TINS Batik Kundur, PT TIMAH (Persero) Tbk mendorong kreativitas masyarakat sekaligus mengangkat identitas daerah menjadi produk budaya bernilai ekonomi.

Bacaan Lainnya

Bukan sekadar menghasilkan kain bermotif indah, TINS Batik Kundur menjadi representasi kekayaan alam, budaya, dan potensi kreatif masyarakat setempat.

Program pemberdayaan ini sekaligus membuka peluang usaha bagi warga melalui pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal.

Langkah tersebut diawali melalui pelatihan membatik yang difasilitasi PT TIMAH pada 2025. Melibatkan perwakilan masyarakat dari enam desa di Pulau Kundur, program ini menjadi pintu masuk bagi lahirnya kelompok perajin yang kini terus mengembangkan keterampilan dan produktivitasnya.

Salah satu anggota TINS Batik Kundur, Sumiati, warga Desa Gemuruh, mengaku bersyukur memperoleh kesempatan mengembangkan keterampilan baru. Berbekal pengalaman menjahit selama empat tahun, ia kini memiliki ruang untuk mengasah kreativitas sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan.

“Kami difasilitasi PT TIMAH. Awalnya ada pelatihan pada 2025. Sekarang kami terus belajar dan mengembangkan batik. Biasanya setiap Sabtu kami membatik,” ungkap Sumiati.

Hasil kerja keras para perajin mulai menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah kain dan pakaian hasil produksi kelompok tersebut telah dibeli masyarakat. Capaian awal ini menjadi suntikan semangat untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.

“Alhamdulillah, sudah ada yang membeli kain dan baju hasil batik kami. Itu yang membuat kami semakin semangat,” katanya.

Keistimewaan TINS Batik Kundur terletak pada kekuatan motif yang mengangkat identitas daerah. Mulai dari siput, siput betina, sagu perayun, ikan, bunga kundur, jong hingga udang, seluruhnya terinspirasi dari kekayaan alam dan kehidupan masyarakat Pulau Kundur.

Kini, para perajin telah mengembangkan teknik batik tulis menggunakan canting dan teknik cap. Bahkan, inovasi melalui teknik ecoprint mulai diproyeksikan sebagai pengembangan produk berikutnya.

Ketua Kelompok TINS Batik Kundur, Arman, mengapresiasi dukungan PT TIMAH yang telah memfasilitasi pelatihan, kebutuhan bahan produksi, hingga kesempatan mengikuti pameran di Karimun.

Menurutnya, pendampingan tersebut menjadi modal penting bagi kelompok untuk meningkatkan keterampilan, memperluas pemasaran, dan memperkenalkan batik khas Kundur ke pasar yang lebih luas.

“Kami berharap Batik Kundur semakin dikenal, bukan hanya oleh masyarakat Kundur, tetapi juga masyarakat di luar Kundur. Semoga ke depan kelompok ini semakin berkembang,” harapnya.

Ke depan, kelompok perajin berkomitmen memperkaya teknik dan variasi produk agar TINS Batik Kundur memiliki daya saing yang semakin kuat.

Melalui program ini, PT TIMAH tidak hanya mendorong lahirnya produk kerajinan lokal, tetapi juga membuka jalan bagi kekayaan alam dan budaya Pulau Kundur untuk tampil sebagai identitas ekonomi kreatif daerah.

Dari kekayaan alam menjadi inspirasi, dari tangan masyarakat lahir karya, TINS Batik Kundur membawa identitas Pulau Kundur menuju pasar yang lebih luas. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses