KARIMUN | WARTA RAKYAT – Komitmen membangun Indonesia dari desa dan wilayah pinggiran menjadi salah satu agenda strategis yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Karimun.
Sebagai daerah kepulauan, perbatasan, dan termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Karimun dinilai memiliki posisi penting dalam mendukung visi pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menegaskan bahwa pembangunan di wilayah perbatasan tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menyentuh pembangunan karakter, wawasan kebangsaan, serta penguatan rasa cinta tanah air generasi muda.
Menurutnya, anak-anak di Karimun harus tumbuh dengan semangat nasionalisme yang kuat, memiliki kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia, serta memahami arti penting menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sebagai daerah perbatasan dan 3T, Kabupaten Karimun tentunya harus mendukung penuh program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo, khususnya pembangunan yang dimulai dari desa dan wilayah pinggiran,” tegas Bupati Ing Iskandarsyah, Selasa (3/11/2026).
Bupati Karimun menekankan, penguatan karakter generasi muda menjadi investasi penting dalam mempersiapkan masa depan bangsa.
Anak-anak tidak hanya harus mendapatkan akses pendidikan dan kesempatan berkembang, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini.
“Anak-anak kita harus kita perkuat rasa cinta tanah airnya. Mereka harus bangga menjadi orang Indonesia, memiliki semangat kebangsaan, serta tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka merupakan bagian penting dari masa depan bangsa,” ujar Bupati Ing Iskandarsyah.
Bupati menilai, kemajuan Indonesia harus dibangun secara merata tanpa membiarkan wilayah perbatasan tertinggal dari pusat-pusat pertumbuhan lainnya.
Karena itu, Karimun harus mampu mengambil peran strategis dalam agenda pembangunan nasional, sekaligus memastikan generasi mudanya memiliki kualitas sumber daya manusia, karakter, dan nasionalisme yang kokoh.
“Membangun dari pinggiran bukan sekadar pemerataan pembangunan, melainkan juga memastikan anak-anak di beranda terdepan Indonesia tumbuh dengan kesempatan yang sama, rasa bangga terhadap bangsanya, dan keyakinan menjadi bagian dari masa depan Indonesia,” pungkas Bupati Ing Iskandarsyah. (Nov)






