KARIMUN | WARTA RAKYAT — Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas literasi serta kuatnya identitas budaya masyarakat.
Pesan tersebut disampaikannya pada acara penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Karimun dan BPJS Ketenagakerjaan tentang perlindungan pekerja rentan desa se-Kabupaten Karimun di Gedung Nilam Sari, Kompleks Kantor Bupati Karimun, Jumat (25/9/2026).
Turut hadir Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang Muhammad Abdurrahman Sholih, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karimun Ana Rizky Toyyibah.
Selain itu, Kepala BPJS Karimun Lulus Hariyono, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Sosial, para camat se-Pulau Karimun serta seluruh kepala desa se-Kabupaten Karimun.
Menurut Ing Iskandarsyah, literasi menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan maupun pengelolaan keuangan.
“Kemajuan suatu daerah sangat bergantung pada peningkatan literasi masyarakat. Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi bagaimana masyarakat mampu memahami pendidikan, kesehatan, keuangan dan berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga bahasa dan kebudayaan Melayu sebagai bagian dari identitas masyarakat Karimun dan warisan sejarah Nusantara.
Bahasa Melayu memiliki perjalanan panjang sebagai lingua franca di Nusantara, sementara khazanah intelektualnya turut diwariskan melalui karya-karya sastra klasik, salah satunya Gurindam Dua Belas.
“Kita harus bangga dengan identitas dan kebudayaan Melayu. Kemajuan zaman jangan sampai membuat kita kehilangan akar budaya. Justru nilai-nilai budaya harus menjadi kekuatan moral dalam membangun masyarakat,” tegas Bupati.
Menurutnya, literasi dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan manusia.
Masyarakat yang memiliki wawasan luas sekaligus memahami akar budayanya dinilai memiliki modal penting untuk menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.
“Penguatan literasi, perlindungan sosial dan pelestarian budaya merupakan bagian dari pembangunan masyarakat yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga memiliki karakter serta kebanggaan terhadap identitas daerah,” pungkas Bupati Ing Iskandarsyah. (Nov)






