BPR Tuah Karimun Perkuat Benteng Kepatuhan, 58 Karyawan Digembleng APU PPT dan PPPSPM

BPR Tuah Karimun Perkuat Benteng Kepatuhan, 58 Karyawan Digembleng APU PPT dan PPPSPM. (FOTO: Ist/WARTA RAKYAT)

KARIMUN | WARTA RAKYAT – PT BPR Tuah Karimun (Perseroda) mempertegas langkah memperkuat tata kelola, kepatuhan, dan manajemen risiko perbankan.

Sebanyak 58 karyawan mengikuti In House Training Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme serta Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU PPT dan PPPSPM), 5–6 September 2026.

Bacaan Lainnya

Pelatihan yang digelar selama dua hari tersebut menyasar seluruh unit kerja BPR Tuah Karimun. Hari pertama, Sabtu (5/9/2026), dipusatkan di Kantor Cabang Moro dengan peserta 23 karyawan.

Kegiatan kemudian berlanjut pada Minggu (6/9/2026) di Hotel Tanjung Gelam, Karimun, yang diikuti 35 karyawan dari Kantor Pusat dan unit kerja lainnya.

Total 58 peserta tersebut menjadi bagian dari agenda strategis manajemen untuk memastikan pemahaman mengenai APU PPT dan PPPSPM tidak berhenti pada level kebijakan, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas operasional perbankan.

Direktur Utama PT BPR Tuah Karimun (Perseroda), Siska Naritasari, menegaskan bahwa kepatuhan merupakan tanggung jawab seluruh insan perusahaan.

“Kami ingin memastikan seluruh karyawan memiliki pemahaman yang sama bahwa kepatuhan merupakan tanggung jawab bersama. Bukan hanya tugas bagian kepatuhan, tetapi seluruh insan BPR Tuah Karimun,” ujarnya.

Menurut Siska, penguatan pemahaman APU PPT dan PPPSPM menjadi semakin penting di tengah tuntutan industri perbankan terhadap penerapan tata kelola yang prudent, profesional, dan berintegritas.

Melalui pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan penguatan materi terkait identifikasi dan pengelolaan risiko, pengenalan profil nasabah, pemantauan transaksi, penerapan prinsip Know Your Customer (KYC), hingga kewajiban dan mekanisme pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi BPR Tuah Karimun, agenda tersebut bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Lebih jauh, pelatihan menjadi bagian dari strategi membangun budaya kepatuhan (compliance culture) yang konsisten dari jajaran manajemen hingga seluruh lini pelayanan.

Siska menekankan, pertumbuhan bisnis tidak boleh berjalan tanpa diimbangi penguatan fondasi tata kelola.

“Pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola dan kepatuhan. Kami ingin BPR Tuah Karimun tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga semakin sehat, kuat, profesional dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.

Komitmen tersebut sekaligus menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis BPR Tuah Karimun.

Di tengah upaya meningkatkan kinerja dan kualitas layanan kepada masyarakat, perusahaan menyadari bahwa ekspansi dan pertumbuhan harus berjalan seimbang dengan penerapan manajemen risiko, kepatuhan, serta prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Dengan pelatihan APU PPT dan PPPSPM ini, BPR Tuah Karimun ingin memastikan setiap karyawan memiliki kewaspadaan yang sama terhadap potensi penyalahgunaan layanan perbankan sekaligus mampu menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara profesional.

BPR Tuah Karimun menegaskan, menjaga kepercayaan publik bukan hanya soal tumbuhnya bisnis, tetapi juga seberapa kuat integritas dan kepatuhan menjadi budaya di dalam perusahaan. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses