KARIMUN | WARTA RAKYAT — Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) PBSI Karimun 2026 menjadi bagian penting dalam pembinaan sekaligus seleksi atlet menuju Kejurprov di Batam dan Porprov November 2026.
Digelar bersamaan dengan Kapolres Karimun Cup 2026, Ketua Umum PBSI Kabupaten Karimun Ipda Omkenedi berharap ke depan Kejurkab yang merupakan agenda wajib tahunan PBSI tersebut mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Kabupaten Karimun, khususnya untuk pembinaan atlet usia dini.
Menurut Omkenedi, Kejurkab bukan sekadar kompetisi, melainkan instrumen untuk mengukur perkembangan atlet sekaligus menentukan wakil Karimun pada ajang tingkat provinsi. Atlet yang meraih peringkat satu, dua dan tiga berhak mengikuti seleksi menuju Kejurprov.
“Atlet kita latihan pagi, siang dan sore. Kalau tidak ada turnamen, kita tidak tahu sudah sejauh mana kemampuan mereka. Dengan adanya turnamen, kita bisa mengukur hasil latihan dan terus meningkatkannya,” ujar Omkenedi, usai penutupan Kapolres Karimun Cup dan Kejurkab PBSI Karimun 2026, di Indo Badminton Hall, Kecamatan Tebing., Jumat (14/8) sore.
Ia mengungkapkan, selama ini PBSI Karimun harus mencari dukungan dari berbagai pihak untuk menggelar kompetisi. Tahun lalu, Kejurkab didukung KSOP, sementara tahun ini digelar bersamaan dengan Kapolres Karimun Cup.
“Kalau turnamen dewasa kami bisa laksanakan mandiri. Tetapi khusus anak-anak, kami sangat membutuhkan dukungan. Mudah-mudahan tahun depan Kejurkab PBSI Karimun bisa disponsori Pemerintah Kabupaten Karimun,” harapnya.
Harapan tersebut dinilai strategis karena pembinaan atlet membutuhkan kompetisi yang berkelanjutan. Tanpa pertandingan yang terukur, perkembangan kemampuan atlet sulit dievaluasi secara objektif.
Omkenedi juga menyebut hasil pembinaan PBSI Karimun mulai menunjukkan progres.
Sejumlah atlet yang tampil di partai final merupakan atlet binaan daerah, sementara salah satu pemain lainnya, Zandi, merupakan pelatih PBSI sekaligus anggota Polri yang bertugas di Polsek Tebing.
Dengan dukungan kompetisi yang konsisten, PBSI Karimun optimistis regenerasi atlet dapat berjalan lebih terarah.
Kejurkab menjadi pintu masuk, Kejurprov menjadi medan pembuktian, dan Porprov menjadi target prestasi berikutnya.
Bagi PBSI Karimun, dukungan Pemkab bukan sekadar persoalan penyelenggaraan turnamen, melainkan invstasi jangka panjang untuk mencetak atlet berprestasi dan mengangkat nama Kabupaten Karimun di tingkat provinsi, nasional hingga internasional. (Nov)






