SIPASTI Jadi Rujukan, Pemkab Karimun Dorong Layanan Beasiswa Lebih Transparan dan Terintegrasi

SIPASTI Jadi Rujukan, Pemkab Karimun Dorong Layanan Beasiswa Lebih Transparan dan Terintegrasi

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Transformasi pelayanan publik di bidang pendidikan terus didorong Pemerintah Kabupaten Karimun. Salah satunya melalui penguatan tata kelola bantuan beasiswa yang lebih transparan, terintegrasi, dan berbasis data.

Langkah tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui kegiatan benchmarking Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kepri ke Bagian Kesra Setda Kabupaten Karimun, Rabu (13/8/2026).

Bacaan Lainnya

Kunjungan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.30 WIB tersebut membahas penerapan Sistem Pelayanan Beasiswa Terintegrasi (SIPASTI) sebagai inovasi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan bantuan beasiswa bagi mahasiswa di Kepulauan Riau.

Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Karimun, Wahyu Amirullah, S.E, menyambut baik benchmarking tersebut. Ia menilai pertukaran pengalaman antarpemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, terbuka dan akuntabel.

“Kami sangat mengapresiasi proyek perubahan ini. Semoga inovasi pelayanan beasiswa melalui SIPASTI dapat memberikan manfaat nyata, sekaligus membuat proses pelayanan menjadi lebih cepat, transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Menurut Wahyu Amirullah, pengembangan sistem pelayanan beasiswa secara terintegrasi dapat memberikan sejumlah manfaat strategis, terutama dalam proses pendaftaran, pengelolaan data dan klasifikasi penerima bantuan.

Melalui sistem tersebut, proses pendaftaran diharapkan menjadi lebih komprehensif dan terintegrasi, sementara pemutakhiran data dapat dilakukan secara lebih sistematis. Hal ini penting untuk memastikan bantuan diberikan kepada penerima yang tepat berdasarkan ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan.

Dalam penguatan tata kelola ke depan, sejumlah aspek juga menjadi perhatian, termasuk revisi regulasi kepala daerah, perluasan cakupan program pendidikan mulai dari Diploma, S1, S2 hingga S3, serta klasifikasi penerima berdasarkan jenjang, jurusan, dan capaian akademik.

Karimun menjadi salah satu daerah yang dipilih sebagai lokasi benchmarking karena dinilai memiliki pengalaman dalam pengelolaan bantuan beasiswa yang relatif terbuka dan terkoordinasi. Salah satu indikator penting adalah realisasi pembayaran beasiswa tahun 2026 yang telah terlaksana.

Wahyu menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari arahan, dukungan dan komitmen seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun.

“Apa yang telah berjalan di Karimun tentu tidak terlepas dari arahan dan dukungan pemerintah daerah serta koordinasi seluruh pihak. Prinsipnya, kami ingin pelayanan beasiswa benar-benar memberikan kemudahan dan kepastian bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kepulauan Riau, Dr.Sudianto, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan SIPASTI agar pengelolaan bantuan beasiswa di tingkat provinsi dapat semakin terintegrasi.

“Alhamdulillah, kami melakukan benchmarking ke Kabupaten Karimun dalam rangka pengembangan SIPASTI, yaitu Sistem Pelayanan Beasiswa Terintegrasi. Mudah-mudahan ke depan seluruh bantuan beasiswa dapat terintegrasi dalam satu data,” ujarnya.

Ia berharap pengembangan sistem tersebut mampu memberikan manfaat lebih luas bagi mahasiswa di seluruh wilayah Kepulauan Riau, sekaligus menciptakan sistem pelayanan yang lebih efektif dan mudah diakses.

“Khususnya bagi mahasiswa se-Kepri, mudah-mudahan dengan adanya pengembangan sistem ini dapat menjadi berkah dan memberikan kemudahan bagi mahasiswa di seluruh Provinsi Kepulauan Riau,” katanya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Karimun, transformasi pelayanan beasiswa bukan sekadar digitalisasi proses administrasi. Lebih jauh, sistem terintegrasi menjadi instrumen untuk membangun tata kelola bantuan pendidikan yang tepat sasaran, transparan, akuntabel dan berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi antarpemerintah daerah, SIPASTI diharapkan mampu menjadi fondasi baru dalam memastikan akses terhadap bantuan pendidikan semakin mudah, data semakin akurat, dan manfaat beasiswa benar-benar dirasakan mahasiswa yang memenuhi kriteria.

“Semoga inovasi pelayanan beasiswa ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya mahasiswa di Kepulauan Riau,” pungkas Wahyu Amirullah. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses