KARIMUN | WARTA RAKYAT – Upaya pemulihan sistem kelistrikan di Kabupaten Karimun menunjukkan progres signifikan.
Di tengah tantangan besar akibat krisis energi yang melanda wilayah ini, jajaran PLN bergerak secara maraton dan terukur untuk mempercepat normalisasi pasokan listrik bagi masyarakat.
Krisis kelistrikan di Karimun sendiri bermula dari insiden kebakaran yang menghanguskan material kubikel lemari bagi Jaringan Tegangan Menengah (TM) di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bukit Carok pada Senin sore, 20 Juli 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.
Kerusakan parah pada infrastruktur vital distribusi energi tersebut sempat melumpuhkan sistem dan memicu pemadaman bergiliran di berbagai wilayah.
Guna mengatasi keadaan darurat berskala besar ini, langkah taktis langsung dikerahkan tanpa menunggu waktu lama.
Sebagai respons tanggap darurat, PLN bergerak cepat mendatangkan 14 unit material kubikel pengganti melalui jalur laut dari luar daerah, serta memperkuat kapabilitas teknis di lapangan dengan mendatangkan bala bantuan tenaga ahli kelistrikan berpengalaman langsung dari Pekanbaru, Riau.
Berdasarkan laporan terkini, kerja keras tim teknis di lapangan membuahkan hasil positif.
Manager PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian proses krusial saat ini telah rampung dikerjakan dan bersiap menuju tahap pengoperasian kembali.
“Untuk saat ini semua kubikel sudah terinstal dan dalam proses pengujian,” ujar Ahmad Subhan Hadi, Kamis (23/7/2026) dini hari.
Tahap pengujian ini menjadi langkah penutup yang sangat menentukan untuk memastikan bahwa seluruh perangkat kubikel baru tersebut dapat berfungsi dengan aman, stabil, dan siap menyalurkan arus listrik secara optimal ke jaringan distribusi masyarakat Karimun.
Pihak PLN terus memohon dukungan serta kesabaran dari seluruh masyarakat Karimun agar proses pemulihan sistem kelistrikan ini dapat berjalan lancar tanpa kendala lanjutan, demi mengembalikan aktivitas normal di Bumi Berazam. (Nov)






