KARIMUN | WARTA RAKYAT – Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan (ormas) sebagai mesin penggerak pembangunan daerah.
Hal tersebut ia sampaikan usai menghadiri pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) IV Nahdlatul Ulama Kabupaten Karimun yang digelar di Gedung Nasional, Jumat (17/7/2026).
Forum ini turut dihadiri oleh perwakilan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karimun, Anggota DPRD Muhammad Firdaus, Ketua GP Ansor Kabupaten Karimun Yusriadi, serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan lintas latar belakang.
Bupati Ing Iskandarsyah menegaskan bahwa ormas dan paguyuban merupakan komponen integral dalam memperkuat ketahanan sosial dan persaudaraan di Bumi Berazam.
“Kami meyakini ormas-ormas dan paguyuban di Kabupaten Karimun adalah bagian yang tak terpisahkan dalam memperkuat pembangunan, ketahanan, serta persaudaraan di daerah yang kita cintai ini. Mereka adalah mitra strategis pemerintah dalam semangat (fastabiqul khairat) atau berlomba-lomba dalam kebaikan,” ujarnya.
Dalam perhelatan ini, Fery Budiaji secara resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karimun untuk masa khidmat 2026–2031.
Bupati Iskandarsyah berharap kepemimpinan baru ini dapat membawa energi segar bagi pembangunan spiritual masyarakat.
Pada kesempatan itu Bupati Ing Iskandarsyah mengajak untuk meneladani spirit sejarah para pendiri bangsa, seperti KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan.
Ia memandang bahwa pembangunan tidak bisa hanya bersandar pada infrastruktur fisik, melainkan harus ditopang dengan nilai-nilai moralitas keagamaan yang kuat.
“Ketika bicara tentang NU, saya selalu terinspirasi sejarah biografi ulama besar kita. Kita harus melihat pembangunan secara holistik dan terintegrasi, bahwa agama adalah fondasi dalam membangun kekuatan bangsa,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bupati mengutip esensi filosofis dari kitab Al-Ihya yang menekankan hubungan simbiosis mutualisme antara negara dan agama.
Menurutnya, sebuah negara tanpa landasan agama akan kehilangan moralitas dan karakter, sementara agama tanpa naungan negara akan kehilangan kekokohannya.
“Negara tanpa agama tidak punya moralitas dan karakter. Namun, agama tanpa negara juga tidak akan kokoh. Keduanya harus saling menguatkan,” tegasnya.
Bupati Ing Iskandarsyah mengundang PCNU Kabupaten Karimun untuk terus menjadi mitra kritis yang konstruktif bagi pemerintah daerah.
Ia memposisikan dirinya sebagai pemimpin yang terbuka terhadap masukan, khususnya nasihat-nasihat keagamaan yang membangun.
“Harapan kami, PWNU dan PCNU di Kabupaten Karimun, mari kita bergandengan tangan. Berikanlah masukan kepada kami, terutama nasihat-nasihat agama. Sesuai prinsip Ad-dinu An-Nashihah, agama adalah nasihat, dan saya yakin nasihat tersebut akan menjadi penguat langkah kita dalam membangun Karimun ke depan,” pungkas Bupati Iskandarsyah. (Nov)






