KARIMUN | WARTA RAKYAT — Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Desa Gemuruh resmi berakhir dengan khidmat dan sukses.
Agenda religius tahunan yang melahirkan talenta-talenta muda berbakat ini ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, yang hadir langsung untuk memberikan dukungan moril sekaligus arah kebijakan strategis dalam pembinaan keagamaan di daerah.
Acara penutupan yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Gemuruh untuk merefleksikan nilai-nilai suci Al-Qur’an dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat.
Dalam sambutan utamanya yang sarat akan pesan mendalam, Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada seluruh pemenang yang telah berhasil meraih prestasi terbaik di masing-masing cabang perlombaan.
Tidak hanya bagi para juara, Wabup Rocky juga memberikan suntikan motivasi yang besar kepada para peserta yang belum berhasil membawa pulang piala.
“Selamat kepada para juara. Tapi bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Semua peserta adalah pemenang, karena sudah berani tampil dan mencintai Al-Qur’an. Inilah tujuan utama MTQ, yaitu membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujar Wabup Rocky dengan penuh takzim.
Ia menegaskan bahwa esensi sejati dari pergelaran MTQ bukanlah sekadar perebutan piala atau status juara, melainkan proses penanaman kecintaan generasi muda terhadap kitab suci sejak dini.
Lebih lanjut, Wakil Bupati turut melayangkan apresiasi tinggi kepada jajaran Pemerintah Desa Gemuruh serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) tingkat desa yang telah menunjukkan sinergi luar biasa dalam menyelenggarakan MTQ dengan tata kelola yang baik dan tertib.
Namun, ia berpesan agar api semangat yang menyala selama kompetisi ini tidak padam seiring berakhirnya acara seremonial penutupan.
“Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dari Desa Gemuruh, kita harapkan lahir qari-qariah yang kelak mengharumkan nama Karimun di tingkat kabupaten hingga nasional,” tegasnya secara optimis.
Melalui kesuksesan kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Karimun bersama LPTQ berkomitmen untuk terus mengawal pembinaan para syuhada Al-Qur’an secara berjenjang melalui tiga pilar utama:
1. Internalisasi Nilai: Mengaplikasikan ajaran universal Al-Qur’an sebagai standar etika dan moralitas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
2. Penguatan Kelembagaan: Mendukung penuh LPTQ tingkat desa sebagai laboratorium utama penjaringan bakat murni dari daerah kelurahan dan pelosok.
3. Proyeksi Prestasi Kontinu: Menyiapkan pembinaan intensif jangka panjang bagi para pemenang agar siap bersaing ketat di MTQ tingkat Kabupaten Karimun hingga level nasional.
Acara penutupan ini diakhiri dengan penyerahan trofi penghargaan kepada para pemenang utama diiringi oleh rasa syukur dan antusiasme warga yang berharap keberkahan MTQ dapat terus menaungi tanah Desa Gemuruh ke depan. (Nov)






