Sinergi Tradisi dan Prestasi: Kabupaten Karimun Resmi Luncurkan ‘Wak Udang’ sebagai Maskot POPDA X Provinsi Kepri

Bupati Karimun Iskandarsyah, Wabup Rocky, Sekda Djunaidy dan Kadispora Usman memegang Maskot POPDA X Provinsi Kepri yang diberi nama "Wak Udang". Foto: Diskominfo Karimun

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Kabupaten Karimun menjadi sebagai tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Provinsi Kepulauan Riau yang akan berlangsung dari 2 hingga 8 Juli 2026.

Menyambut gelaran akbar tersebut, Pemerintah Kabupaten Karimun resmi memperkenalkan maskot utamanya yang diberi nama “Wak Udang”.

Bacaan Lainnya

Peluncuran ini bukan sekadar seremoni penanda kompetisi olahraga, melainkan sebuah penegasan momentum kultural yang mengawinkan semangat juang atlet muda dengan kedalaman nilai warisan tamadun Melayu.

Meskipun dalam detail teknisnya maskot ini merepresentasikan ketahanan maritim, esensi kehadirannya membawa pesan mendalam tentang martabat dan sportivitas yang berakar kuat pada identitas lokal.

“Dipilihnya sosok udang sebagai representasi utama bukanlah tanpa alasan antropologis yang kuat. Sebagai wilayah maritim yang strategis, Kabupaten Karimun telah lama dikenal sebagai salah satu lumbung hasil laut utama di Kepulauan Riau,” ujar Bupati Karimun, Iskandarsyah didampingi Wakil Bupati, Rocky M Bawole.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers persiapan Karimun sebagai tuan rumah POPDA X Provinsi Kepri, di Rumah Dinas Bupati Karimun, Sabtu (27/6). Turut hadir pada kesempatan tersebur Sekda Karimun Djunaidy dan Kadispora Usman.

Bupati Iskandarsya menjelaskan, filosofi “Wak Udang” mencakup tiga pilar nilai utama, yaitu kearifan lokal pesisir, ketangguhan dan adaptasi, serta kebersamaan dan produktivitas.

Secara visual, “Wak Udang” tampil gagah mengenakan pakaian adat Melayu lengkap (Baju Kurung/Teluk Belanga, Tanjak, dan Kain Samping).

Melalui perpaduan busana adat, Bupati Karimun menitipkan pesan kepada generasi muda bahwa setinggi apa pun prestasi olahraga yang diraih, nilai-nilai adab, kesopanan, dan kehormatan budaya harus tetap menjadi panglima.

“Busana tradisional ini membawa pesan simbolis mengenai kehormatan, adab yang tinggi, serta kesantunan yang harus tetap dijunjung di dalam maupun di luar arena pertandingan,” tutut Iskandarsyah.

Sementara itu, Wakil Bupati Karimun, Rocky M Bawole, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konseptualisasi maskot yang dinilai sangat visioner dan sarat makna ini.

Dengan mengintegrasikan simbol-simbol adat ke dalam perhelatan olahraga regional, ajang olahraga seperti POPDA maupun Porprov di masa mendatang diproyeksikan tidak hanya menjadi panggung pencarian bakat atlet berprestasi, melainkan juga sebagai ruang selebrasi budaya yang memperkuat jati diri generasi muda Melayu (Adab – Budaya – Jati Diri Melayu).

“Kehadiran ‘Wak Udang’ sebagai maskot POPDA X memikul representasi yang sangat kuat bagi Kabupaten Karimun. Kita tidak hanya berbicara tentang kompetisi fisik atau pencarian bakat atlet berprestasi, tetapi juga tentang bagaimana kita merayakan dan merawat jati diri Melayu,” ungkap Wabup Rocky.

Dikatakannya, peluncuran maskot ini menegaskan komitmen Kabupaten Karimun dalam menjadikan ajang multi-event ini sebagai sarana pelestarian budaya.

Event olahraga akbar ini diharapkan tidak sekadar menjadi panggung pemburuan medali, melainkan sebuah festival kebudayaan yang memperkuat pilar-pilar adab, budaya, dan jati diri Melayu di kalangan generasi muda lintas daerah.

“Dengan perpaduan apik antara narasi visual yang kuat dan filosofi yang mengakar, “Wak Udang” siap menyambut para putra-putri terbaik daerah untuk mengukir sejarah baru di bumi berazam,” kata Wabup Rocky. (Nov)

#POPDAXKepri2026 #MelajuDalamHarmoni
#EnjoyKarimun
#PesonaKarimun
#DiKarimunAja

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses