Mengunci Potensi Selat Malaka: Reorientasi Strategis FTZ Karimun Lewat Kunjungan Kemenko Perekonomian

Bupati Karimun, Iskandarsyah dan Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian, Elen Setiadi, berada di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Karimun kemarin

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Langkah taktis diambil Pemerintah Kabupaten Karimun dalam menegaskan posisinya sebagai episentrum maritim nasional.

Bupati Karimun, Iskandarsyah secara langsung menyambut kunjungan kerja krusial dari Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian, Elen Setiadi, bersama Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batu Bara, Herry Permana.

Bacaan Lainnya

Kunjungan lapangan ini berfokus pada evaluasi dan akselerasi kawasan Free Trade Zone (FTZ) Karimun.

Agenda ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan sebuah peninjauan strategis untuk memetakan potret komprehensif sektor industri Karimun.

Sebagai kawasan yang berada di ceruk jalur pelayaran internasional Selat Malaka salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia, FTZ Karimun memegang peran vital sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus magnet investasi global.

Bobot strategis kunjungan ini terlihat dari hadirnya para pembuat kebijakan dan otoritas fiskal regional.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melimpahkan pengawalan agenda ini kepada Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Luki Zaiman Prawira, serta didampingi oleh Nurdin Basirun, dari Tim Pengendalian Pencapaian Target Pembangunan Provinsi Kepri.

Sinergi ini semakin solid dengan kehadiran Kepala Biro Keuangan BP Batam bersama jajaran pimpinan serta anggota BP Karimun.

Kolaborasi lintas instansi ini memberikan paparan komprehensif mengenai potret makro investasi, kapasitas industri, serta proyeksi hambatan di lapangan kepada tim Kemenko Perekonomian.

Bupati Karimun menyampaikan apresiasi tingginya atas atensi reguler yang ditunjukkan oleh pemerintah pusat.

Menurutnya, kehadiran jajaran Kemenko Perekonomian harus dimanfaatkan sebagai momentum emas untuk memperkuat integrasi kebijakan pusat-daerah.

“Kami berharap kunjungan ini berimplikasi pada dukungan kebijakan yang konkret untuk memperkokoh posisi Karimun. Letak geografis kami di Selat Malaka adalah competitive advantage yang tidak dimiliki wilayah lain. Potensi ini harus diungkit secara optimal guna mendongkrak daya saing investasi di kancah global,” tegas Bupati Iskandarsyah.

Secara spesifik, Bupati menggarisbawahi pentingnya melakukan penguatan kelembagaan pada Badan Pengusahaan (BP) Karimun.

Penguatan ini dinilai menjadi kunci utama dalam memodernisasi tata kelola kawasan, mereduksi sumbatan birokrasi, dan meningkatkan investor confidence (kepercayaan investor).

Kinerja BP Karimun yang optimal diyakini akan menjadi katalis utama dalam penciptaan lapangan kerja berkualitas dan multiplikasi kesejahteraan masyarakat lokal.

Kunjungan lapangan ini diproyeksikan melahirkan output berupa rekomendasi kebijakan taktis dan strategis. Data objektif, aspirasi daerah, serta temuan faktual di lapangan akan dibawa ke meja perumusan kebijakan Kemenko Perekonomian.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transformasi FTZ Karimun tidak hanya sebagai kawasan perdagangan bebas, melainkan sebagai economic powerhouse utama di gerbang barat Indonesia. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses