KARIMUN | WARTA RAKYAT – Seorang ibu rumah tangga berinisial NA ditemukan tewas dengan kondisi tidak wajar.
Penemuan seorang perempuan yang meninggal dunia di rumahnya ini membuat geger warga Jalan Sungai Lakam RT 004 RW 003 Kelurahan Sungai Lakam Timur, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa 21 April 2026 pagi.
Wanita berusia 49 tahun tersebut diduga bunuh diri dengan cara gantung diri di dalam kamar rumahnya.
Jasad perempuan yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri itu pertama kali anaknya inisial MKN (21).
“Korban pertama kali ditemukan
anak kandungnya yang nomor dua pada, Selasa 21 April 2026 pukul 06.35 WIB.
Hasil sementara, diduga bunuh diri dengan cara gantung diri,” kata Kapolsek Balai Polres Karimun, AKP Andri Yusri.
Ia menyampaikan, pukul 02.00 WIB anak tersebut bangun tidur dan makan, lalu mendengar suara pintu dan ia memanggil korban “mak” lalu korban menjawab “iya sayang”.
Kemudian saksi pertama itu bertanya “mamak dimana dan ngapain”, dan korban menjawab “disini dan tidak ada buat apa – apa”.
Pada saat itu saksi melihat korban sambil memegang kursi plastik warna hijau, lalu saksi kembali tidur.
Pukul 06.30 WIB saksi terbangun dari tidur karena mendengar suara ketukan pintu di kamar korban.
Setelah keluar kamar, saksi melihat EY usia 28 tahun (anak pertama korban) dan SS usia 44 (adik korban) sedang mengetuk pintu kamar korban dan memanggil korban, namun tidak ada jawaban dari korban.
Selanjutnya pada pukul 06.35 WIB, saksi pertama keluar rumah dan mengintai dari jendela kamar korban, lalu melihat ibunya sudah tergantung dibelakang pintu kamar tidur.
Melihat hal tersebut, saksi satu berlari ke dalam sambil menangis memberitahukannya kepada saksi dua dan saksi tiga.
“Mereka mendobrak pintu kamar korban dan menemukan korban sudah tergantung di belakang pintu kamar tidur,” ujar AKP Andri.
Kemudian saksi dua memberitahukan kejadian kepada tetangga. Setelah menerima laporan, pihak kepolisian tiba dilokasi untuk mengamankan dan olah TKP. Lalu membawa korban ke RSUD Muhammad Sani Karimun menggunakan ambulance.
“Untuk apa penyebabnya masih dalam penyelidikan,” pungkas AKP Andri. (No)






