BINTAN | WARTA RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) kembali menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat Program Bantuan Swadaya Rumah Tidak Layak Huni (BSRTLH) Tahun Anggaran 2026. Sosialisasi program ini digelar Kamis (11/06) di Aula Kantor Kecamatan Seri Kuala Lobam, dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perkim, Mohammad Irzan.
Dalam sambutannya, Irzan menegaskan bahwa BSRTLH adalah wujud nyata kepedulian Pemkab Bintan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki hunian yang layak, sehat, aman, dan nyaman.
“Program ini merupakan prioritas Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati Bintan. Dukungan anggaran serta kemudahan proses pengusulan menjadi komitmen Pemkab dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung visi Bintan Juara Menuju Masyarakat Maju, Berdaya Saing, Inovatif, dan Sejahtera,” ujarnya.
Sejak 2017 hingga 2025, Pemkab Bintan telah berhasil meningkatkan kualitas 4.605 unit rumah melalui berbagai sumber pendanaan. Tahun ini, sebanyak 44 unit rumah di lima kecamatan akan direhabilitasi:
- Kecamatan Bintan Utara: 8 unit
- Kecamatan Seri Kuala Lobam: 11 unit
- Kecamatan Teluk Bintan: 7 unit
- Kecamatan Teluk Sebong: 7 unit
- Kecamatan Gunung Kijang: 11 unit
Program ini didanai APBD Kabupaten Bintan Tahun Anggaran 2026 dengan total Rp 1,779 miliar. Bantuan mencakup peningkatan kualitas ringan, sedang, berat, hingga total, yang digunakan untuk pembelian material bangunan serta pembayaran upah tukang sesuai ketentuan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bintan, Panca Azdigoena, mewakili Bupati Roby Kurniawan, menegaskan bahwa capaian ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. “Program ini bisa terus berjalan berkat kerja sama dan dukungan semua pihak,” katanya.
Melalui sosialisasi ini, Dinas Perkim berharap penerima bantuan memahami mekanisme pelaksanaan, hak dan kewajiban, serta tata cara pemanfaatan bantuan dengan tepat. Irzan juga menekankan pentingnya semangat keswadayaan dan gotong royong dalam pelaksanaan pembangunan.





