Jaksa Endus dan Pelajari Harga Sembako Murah Disdagin Tg Pinang yang Kemahalan

862
Sejumlah warga mengantri mengular untuk mendapatkan sembako murah dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Senin (5/5/2020) di Keluraha Sei Jang, Bukit Bestari.(foto:Ist)

TANJUNGPINANG | Warta Rakyat – Kejaksaan Negeri Tanjungpinang mengendus dan mempelajari harga sembako murah yang dibagikan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Senin (5/5/2020).

Bahkan jaksa pun telah memerintahkan timnya untuk menelusuri daftar harga atau struk di swalayan sebagai bukti awal untuk penyelidikan.

“Saya langsung suruh anggota beli item-item barang dimaksud di swalayan, biar dapat bukti, dari struk pembelian yang saya terima memang sih kemahalan. Makanya sedang kita pelajari dulu,” ujar Kasi Intelijen Kejari Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah kepada wartawan, Selasa (5/5/2020).

Rizky mengungkapkan, pihaknya mulai mempelajari setelah mendapat informasi baik melalui pemberitaan maupun di media sosial.

“Kita sudah dapat informasi itu kemarin (Senin siang). Atas laporan ini sedang kita pelajari,” tegasnya kembali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani mengatakan pihaknya membeli sembako murah tersebut seharga Rp 123 ribu.

“Harga sebenarnya sembako ini Rp123.000, tapi kita subsidi Rp63.000, jadi masyarakat hanya bayar Rp60.000 saja dan bisa membawa pulang gula pasir 2 Kg, tepung terigu 2 Kg, minyak goreng 1 liter, dan telur 30 butir,” tutur Yani, Minggu (3/5).

Namun penelusuran media ini, nilai harga sembako di Swalayan Bintan 21 hanya sebesar Rp 97.800.

Harga tersebut terdiri dari empat item, yaitu telur ayam 30 butir Rp 41.500, tepung merk Tulip 2 kg senilai Rp16.400 (@Rp 8.200), gula pasir Rp 27.000 (@Rp 13.500) dan minyak merk Fortune Rp 12.900

Jika dikalkulasikan maka total selisih harga mencapai Rp 25.200.

Daftar harga.(foto:Ist)

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Reni mengkritik keras nilai sembako murah yang melebihi batas kewajaran.

“Kalau ditotalin 97.800. Itu harga swalayan,” ujarnya, Senin (4/5) malam.

Menurutnya terdapat selisih harga senilai Rp 25.200 per paket.

Jika satu paket Rp 25.200 dikalikan 12.696 paket, maka senilai Rp 325 juta lebih harusnya kembali ke kas daerah.

Reni menilai program sembako murah itu bagus, namun harus ditinjau ulang dari sisi penyalurannya dengan tepat dan benar. Baik penerima bantuan maupun item sembako yang diberikan.

Ia meminta lebih baik bila menggunakan kupon dan dibantu ketua RT dan RW menyalurkan ke warga.

Selain itu ia berharap hal ini bisa dijelaskan pihak terkait, termasuk kepala daerah.

Pasalnya, banyak warga yang mempertanyakan program paket sembako murah tersebut lantaran sudah mengantri berjam-jam namun tidak mendapatkan sembako.

“Banyak warga yang bertanya, kami sampaikan akan koordinasi kepada kepala daerah,” ucapnya.

Pewarta : Prengki
Editor.    : Lestari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.