Reses Hari Ke-5, Bobby Jayanto Dibanjiri Keluhan Warga

124
Tanjungpinang
Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Riau, Bobby Jayanto (berdiri) dan didampingi 4 Anggota DPRD Kota Tanjungpinang saat reses, Rabu (12/12/2019)

TANJUNGPINANG | Warta Rakyat – Memasuki masa reses hari ke -5, Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Riau, Bobby Jayanto masih dibanjiri keluhan warga.

Bobby Jayanto mengungkapkan, keluhan itu mulai dari pelayanan publik seperti pelayanan aliran air PDAM yang macet, minimnya destinasi wisata, pendidikan, infrastruktur, drainase, penerangan lampu jalan dan budaya.

“Kita jujur ya, selama ini masyarakat banyak keluh kesah mereka yang tidak bisa disalurkan. Dan malam ini anda lihat sendiri kalau bukan karena waktu, mungkin masih banyak lagi yang mau menyampaikan,” ujarnya kepada sejumlah wartawan seusai reses di Asrama Haji Tanjungpinang pada Rabu (11/12) malam,

Bobby mengatakan, jika ada keluhan warga yang belum tersampaikan, Partai NasDem Tanjungpinang memberikan kesempatan untuk hadir dikantor agar menyampaikan pengaduan yang berhubungan dengan kurangnya pelayanan pemerintah maupun program yang ingin dibutukan warga.

Tanjungpinang

“Kalau ada keluh kesah masyarakat yang belum disampaikan silahkan datang ke kantor DPD NasDem, kami siapkan form-nya, mereka tinggal isi,” katanya.

Setelah pihaknya menerima pengaduan, kemudian akan dipilah yang menjadi kewenangan dari Kota dan Provinsi.

Bahkan partai NasDem Kota Tanjungpinang berencana akan membuat website untuk menampung pengaduan maupun keluhan masyarakat.

“Semua akan kita tampung, nantinya akan pilah mana domainnya Kota dan Provinsi. Partai NasDem berencana akan membuat website khusus Kota Tanjungpinang,” sebutnya.

Bobby menambahkan, terkait minimnya sarana destinasi wisata di Kota Tanjungpinang, baginya menjadi salah satu point penting untuk diperjuangkan.

Pasalnya, untuk kemajuan suatu daerah diperlukan destinasi wisata maupun event-event yang menarik untuk mendatang wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Kami akan memperjuangkan apa yang menjadi kepentingan masyarakat terkait pariwisata,” ungkapnya.

“Ternyata kita disini kekurangan tempat wisata. Jadi wisatawan bisa ramai kalau ada hari-hari besar seperti hari raya Hari Raya, hari Natal, hari Imlek dan hari-hari besar lainnya,” tutupnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.