Korban Tidak Tahan Layani Pria Hidung Belang, Dua Bos Esek-esok ini di Bui

1724
Dua tersangka, Akui alias Papi Awi sebagai penampung dan DP sebagai perekrut terduga pelaku perdagangan manusia digelandang ke Polda Kepulauan Riau

BATAM | Warta Rakyat – Kepolisian Daerah (Polda)  Kepulauan Riau membongkar dan meringkus dua tersangka, Akui alias Papi Awi sebagai penampung dan DP sebagai perekrut terduga pelaku perdagangan manusia.

Para pelaku menggunakan modus perekrutan melalui aplikasi Beetalk, Line dan Facebook.

31 korban perdagangan orang yang terdiri dari para wanita berusia 19 hingga 28 tahun berhasil diselamatkan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dari para pelaku eksploitasi.

Kabid Humas Polda Kepulauan Riau (Kepri) Kombes Pol S Erlangga mengatakan, pengungkapan kasus berawal pada hari Kamis (5/9) bahwa adanya informasi terjadi dugaan tindak pidana perdagangan orang di wilayah Kabupaten Karimun,

Tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Jumat (6/9) lakukan penyelidikan dan penggrebekkan di komplek Villa Garden 58A Kelurahan Kapling Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun telah terjadi dugaan indak pdana perdagangan orang terhadap tiga puluh orang korban perempuan dan satu orang perempuan Inisial LA telah berada di Batam yang hendak pulang ke kampung.

“Korban merasa ditipu dan tidak tahan atas pekerjaan yang telah di berikan pelaku yaitu sebagai pekerja seks komersial dengan tarif dari Rp 600 ribu hingga Rp 2 juta,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, timnya melakukan pengembangan, penyidikan mengarah kepada DP alias Fahllen yang berada di Bandung.

Selanjutnya pada Sabtu (7/9) tim bergerak menuju Desa Cingondewahilir kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan mengamankan pelaku untuk selanjutnya dibawa ke Polda Kepri.

Dari pemeriksaan tersangka didapati modus operandinya dengan melakukan perekrutan melalui Aplikasi Beetalk, Line dan Facebook yang mencantumkan nomor Handphone WhatsApp dan lowongan pekerjaan sebagai LC atau pemandu lagu dan terapis SPA.

“Namun dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial dan ditampung oleh tersangka Akui alias Awi di komplek Villa Garden 58A Kelurahan Kapling Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun,” jelasnya.

Menurutnya, eksploitasi yang dialami oleh korban adalah eksploitasi ekonomi dan eksploitasi seksual. Untuk eksploitasi ekonomi sendiri korban dijadikan sebagai Pekerja Seks Komersial dengan harga satu kali bookingan dari Rp 600 ribu hingga Rp 2 juta dengan sistem bagi hasil yaitu 50 persen untuk korban dan 50 persen untuk pengelola.

“Hasil dari pekerjaan sebagai PSK tersebut akan diberikan setiap enam bulan sekali,” tuturnya.

Sedangkan untuk eksploitasi seksual adalah tersangka Akui als papi Awi mempekerjakan korban sebagai pekerja seks komersial dengan cara korban di booking oleh tamu ke hotel.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka Awi dua buku catatan tarif bookingan, satu buku catatan kasbon, uang tunai senilai Rp 15,5 juta, satu buku absensi korban, dan satu unit handphone merek Samsung Note 8 warna hitam.

Dari Tersangka DP alias Fahllen, satu unit hapnhone merek vivo tipe y91 warna biru, dan satu buku rekening.

“Tersangka dijerat dengan pasal 2 Undang-Undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dan pasal 55 KUHP, dengan ancaman paling singkat 3 tahun paling lama selama 15 tahun kurungan dan denda paling banyak Rp 600 juta,” pungkasnya.

Penulis : Raymon
Editor.   : Frengki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.