Diiming-imingi Rp 100 Juta Gelembungkan Suara Caleg Gerindra, 3 Oknum PPK Diciduk Polisi

640
Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertha Dana saat press rilis kepada sejumlah awak media di Aula Mapolres Seluma, Kamis (16/5/2019).

BENGKULU | Warta Rakyat – Diduga manipulasi data hasil Pemilihan Umum tahun 2019, tiga oknum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ulu Talo Kabupaten Seluma, diantaranya Aziz Nugroho, Andi Lala dan Arizona ditetapkan tersangka oleh penyidik Polres Seluma, Provinsi Bengkulu, Kamis (16/5/2019).

Ketiga oknum PKK ini sebelumnya telah diringkus di kawasan mal Jakarta Selatan oleh anggota Polres Seluma dibantu Jatanras Polda Metro Jaya.

Hal itu disampaikan Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertha Dana dalam keterangan press rilis kepada sejumlah awak media di Aula Mapolres Seluma, Kamis (16/5/2019).

“Mereka ini sempat melarikan diri ke Jakarta, dan berhasil ditangkap oleh anggota dan dibantu oleh Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Ketiga orang tersangka, kata Kapolres, telah mengubah hasil pemilu dengan memanipulasi suara Caleg DPR RI nomor urut tiga dari Partai Gerindra, Lia Lastaria dari perolehan 185 suara menjadi 1.137 suara.

Ketiga oknum PPK tersebut terbukti melakukan perubahan terhadap hasil pemilu dengan cara mengubah semua kertas mulai dari C1 plano hingga DA1 plano, sehingga berubah dan tidak sesuai dengan hasil semula.

“Mereka kami amankan karena telah memanipulasi suara salah satu Caleg DPR RI nomor urut tiga dari Partai Gerindra,” katanya.

Sementara itu, dari perkembangan yang dilakukan oleh pihak Polres Seluma, ketiga tersangka oknum PPK Ulu Talo ini, diberikan iming-iming uang sejumlah Rp100 juta dari seorang elit politik yang saat ini tengah dilakukan pengejaran oleh pihak Polres Seluma.

Sedangkan untuk uang itu sendiri telah mereka terima sebesar Rp55 juta, digunakan untuk melarikan diri ke Jakarta beberapa waktu yang lalu.

“Uang yang telah mereka terima sekitar Rp55 juta, dan telah mereka gunakan untuk berfoya-foya serta kabur ke Jakarta,” jelasnya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka akan dijerat dengan Pasal 551 UU Nomor 7 Tahun 2017, tentang tindak Pidana pelanggaran Pemilu dengan ancaman kurungan Pidana selama dua tahun dan denda sebesar Rp24 Juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.