Simpan Sabu Dalam Anus, Dua Kurir Diringkus Dipelabuhan

198
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Drs. S. Erlangga

TANJUNGPINANG | Wartarakyat.co.idSepasang pria dan wanita dari Malaysia berhasil diringkus Ditresnarkoba Polda Kepri saat hendak membawa narkotika jenis kristal bening yang diduga jenis sabu masuk melalui pelabuhan Batam Centre, Rabu (8/4/2019).

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Drs. S. Erlangga menjelaskan Pengungkapan Tindak Pidana Narkotika Jaringan Internasional tersebut bermula pada hari Senin (8/4/2019) sekira pukul 13.00 WIB, Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Kepri mendapatkan informasi bahwa ada 1 orang laki-laki dan 1 orang perempuan yang akan membawa Narkotika dari Malaysia menggunakan Kapal Penumpang dari Pelabuhan Pasir Gudang Malaysia ke Pelabuhan Batam Centre Indonesia.

Kemudian selanjutnya dilakukan penyelidikan di seputaran pelabuhan Batam Centre, dan sekira pukul 16.00 WIB saat seluruh penumpang kapal dari Pasir Gudang Malaysia keluar pintu kedatangan di Pelabuhan Batam Center Petugas mencurigai 2 orang pasangan laki-laki dan perempuan.

Setelah itu dilakukan interogasi terhadap seorang laki-laki insial PR. Ia mengakui bahwa dirinya membawa Narkotika yang disimpan di dalam perutnya yang sebelumnya di masukkan melalui anus sebanyak 4 bungkus dengan berat kurang lebih 263,79 gram.

Sedangkan dari seorang perempuan Inisial SN didapati sabu yang juga disimpan di dalam perut melalui anus sebanyak 4 bungkus dengan berat sekira 254,93 gram.

Dari kedua tersangka inisial PR dan SN berhasil dimankan barang bukti yang diamankan Narkotika Jenis Kristal Bening Diduga Sabu dengan berat total 518,72 gram

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) Undang -Undang Republik Indonesia no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat tahun dan paling lama 20 tahun (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.