BINTAN | WARTA RAKYAT — Pemerintah Kabupaten Bintan menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026 dengan khidmat di Halaman Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan. Bupati Bintan, Roby Kurniawan, bertindak langsung sebagai Pembina Upacara sekaligus membacakan sambutan resmi dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Melalui tema tersebut, ditekankan pentingnya merawat semangat dan ikrar pemuda tahun 1928 agar terus hidup dan terpatri dalam karakter setiap generasi penerus bangsa.
“Sembilan puluh delapan tahun yang lalu, para pemuda Indonesia mengikrarkan sebuah janji yang menyatukan perbedaan dan melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa. Hari ini, semangat itu harus terus hidup dalam karakter setiap generasi penerus,” ujar Bupati Bintan saat membacakan sambutan Menpora.
Lebih lanjut, ditegaskan pula bahwa kemajuan sejati Indonesia tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, teknologi canggih, atau kekayaan material semata, melainkan bermula dari pembangunan manusia dan karakternya. Oleh karena itu, generasi masa depan Indonesia harus dibentuk menjadi pribadi yang patriotik, gigih, dan memiliki tingkat empati yang tinggi.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” sambung Roby mengutip sambutan tersebut.
Mengakhiri amanatnya, Bupati Bintan mengajak seluruh pemuda agar berani bermimpi besar, bekerja keras, serta bertransformasi menjadi generasi yang tidak sekadar berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani dan mengulurkan tangan bagi sesama.
Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Bintan ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Komplek Perkantoran Bandar Seri Bentan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), unsur organisasi kepemudaan, perwakilan atlet, serta mahasiswa dan pelajar di Kabupaten Bintan. Rangkaian upacara ditutup dengan doa bersama serta penguatan pesan bahwa masa depan bangsa bukanlah sesuatu yang sekadar ditunggu, melainkan dibangun bersama-sama mulai hari ini.






