KARIMUN | WARTA RAKYAT — Tragedi kecelakaan kerja merenggut nyawa seorang pekerja konstruksi bernama Syamsul di proyek pembangunan Koperasi Merah Putih, Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Tanjung Batu Kota, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Senin (26/10/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Korban dilaporkan tersengat arus listrik bertegangan tinggi saat bekerja di atas rangka atap.
Insiden tersebut diduga terjadi ketika material logam berupa perabung atau penyambung spandek yang hendak diangkat korban bersentuhan dengan kabel listrik utama di sekitar lokasi proyek.
Sengatan listrik itu membuat korban kehilangan kesadaran. Rekan kerja bersama warga kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Tanjung Batu.
Namun, berdasarkan pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
Kapolsek Kundur, AKP Sarianto, menegaskan bahwa jajarannya telah bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan langkah-langkah kepolisian guna mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.
“Begitu menerima informasi kejadian, personel kami langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan penanganan awal. Kami melaksanakan olah TKP, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa ini,” tegas AKP Sarianto saat dikonfirmasi.
Menurutnya, setiap keterangan dan temuan di lapangan menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan untuk memastikan bagaimana insiden tersebut terjadi.
“Kami perlu memastikan rangkaian kejadian berdasarkan fakta di lapangan. Karena itu, keterangan saksi, kondisi lokasi, serta barang bukti yang ditemukan akan menjadi bagian dari proses pendalaman. Kami menangani peristiwa ini secara profesional dan sesuai prosedur,” ujarnya.
AKP Sarianto juga menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah memproses permintaan visum et repertum serta menyelesaikan prosedur administrasi yang diperlukan untuk penyerahan jenazah kepada keluarga korban.
Ia menegaskan, penanganan perkara dilakukan dengan mengedepankan ketelitian dan berdasarkan hasil pemeriksaan, sehingga penyebab pasti kejadian tidak ditetapkan hanya berdasarkan dugaan awal.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), khususnya pada proyek konstruksi yang berdekatan dengan jaringan listrik bertegangan tinggi.
Pekerjaan di ketinggian dengan penggunaan material logam membutuhkan pengendalian risiko yang ketat, termasuk identifikasi bahaya kelistrikan, pengaturan jarak aman dari jaringan listrik, serta koordinasi dengan pihak terkait sebelum pekerjaan dilaksanakan.
Evaluasi terhadap kondisi area kerja, prosedur keselamatan, dan pengawasan pelaksanaan konstruksi menjadi aspek penting untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa.
Di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban, penyelidikan kepolisian diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kronologi dan faktor penyebab insiden tersebut.
Fakta penyebab kecelakaan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil penyelidikan akan menjadi dasar untuk menjelaskan secara utuh bagaimana peristiwa yang merenggut nyawa pekerja tersebut terjadi. (Nov)






