Di Tengah Ancaman Kabut Asap, Bupati Ing Iskandarsyah Turun Langsung Bagikan Masker kepada Warga

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, turun langsung membagikan masker kepada warga, Minggu (11/10/2026). Foto: Nov/WARTA RAKYAT

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Ancaman kabut asap bukan sekadar persoalan menurunnya kualitas udara. Paparan asap juga berpotensi memicu gangguan saluran pernapasan, memperburuk kondisi penderita asma, serta membatasi jarak pandang yang dapat membahayakan aktivitas masyarakat.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, turun langsung membagikan masker kepada warga, Minggu (11/10/2026).

Bacaan Lainnya

Pembagian masker salah satunya berlangsung di Masjid Miftahul Jannah, Kapling, Kecamatan Tebing, seusai salat Zuhur.

Langkah ini menjadi bagian dari imbauan pemerintah daerah agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak meremehkan dampak kabut asap terhadap kesehatan maupun keselamatan.

Bupati Ing Iskandarsyah mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi kegiatan di luar rumah ketika kualitas udara memburuk, serta menghindari pembakaran sampah yang berpotensi menambah polusi udara.

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Saya mengimbau warga menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk, dan tidak membakar sampah. Jangan sampai aktivitas yang sebenarnya bisa kita hindari justru memperburuk kondisi udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan,” ujarnya.

Bupati Ing Iskandarsyah menyampaikan,
dampak kabut asap perlu diwaspadai secara serius, terutama oleh kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat dengan riwayat asma dan penyakit pernapasan.

Paparan asap dapat menyebabkan iritasi mata dan tenggorokan, batuk, hingga memperburuk gangguan pernapasan yang telah diderita.

Selain dampak kesehatan, penurunan jarak pandang juga meningkatkan risiko keselamatan pengguna jalan.

Masyarakat diminta lebih berhati-hati saat berkendara, menjaga jarak aman, serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk menghentikan praktik pembakaran terbuka, termasuk membakar sampah, sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas udara.

Di tengah kondisi yang belum membaik, pencegahan dinilai penting untuk mengurangi paparan asap dan melindungi warga dari risiko yang dapat dihindari.

Masyarakat yang mengalami sesak napas atau gejala pernapasan berat diimbau segera mencari pertolongan medis.

Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan, tetapi bukan pengganti upaya mengurangi paparan ketika kondisi udara memburuk.

“Kabut asap bukan hanya mengganggu pandangan, tetapi juga mengancam kesehatan dan keselamatan. Kewaspadaan masyarakat, penghentian pembakaran terbuka, serta kepatuhan terhadap imbauan kesehatan menjadi kunci untuk meminimalkan dampaknya di Kabupaten Karimun,” pungkas Bupati Ing Iskandarsyah. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses