KARIMUN | WARTA RAKYAT — Komitmen memperkuat benteng generasi muda dari ancaman narkoba di Kabupaten Karimun kembali ditegaskan.
Pengurus Majelis Pembimbing dan Satuan Karya Anti Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karimun masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Rumah Dinas Bupati Karimun, Sabtu (26/9/2026).
Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Karimun serta anggota DPRD Kabupaten Karimun Muhammad Firdaus.
Dalam kepengurusan tersebut, AKBP Eko Hardiyanto dipercaya sebagai Ketua Majelis Pembimbing Saka Anti Narkoba Kabupaten Karimun, sementara Andin Haluna Putra dipercaya memimpin Satuan Karya Anti Narkoba BNN Kabupaten Karimun.
Bupati Karimun sekaligus Ketua Mabicab Kabupaten Karimun, Ing Iskandarsyah, menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik.
Ia menilai kehadiran Saka Anti Narkoba memiliki arti strategis karena secara khusus memperkuat gerakan pencegahan narkoba melalui jaringan Gerakan Pramuka.
“Selamat kepada pengurus Majelis Pembimbing dan pengurus Satuan Karya Anti Narkoba BNN Kabupaten Karimun masa bakti 2026–2031. Ini memiliki keunikan tersendiri karena fokus pada gerakan anti-narkoba,” ujarnya.
Menurutnya, narkoba merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kekuatan kolektif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Pemkab Karimun menyambut baik pembentukan Saka Anti Narkoba dan mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, BNN Kabupaten Karimun, Gerakan Pramuka dan masyarakat.
“Narkoba adalah musuh rakyat, musuh kita bersama. Karena itu, kita harus membangun sinergi dan kekuatan bersama untuk mencegah serta melawannya,” tegas Bupati Ing Iskandarsyah.
Ia menuturkan, persoalan narkoba merupakan salah satu masalah sosial yang tidak boleh diabaikan di Karimun.
Berdasarkan indikator yang disampaikannya, terdapat masyarakat yang tersangkut perkara narkoba, termasuk sekitar 40 orang yang sedang menjalani proses hukum serta sebagian lainnya berada di lembaga pemasyarakatan.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi alarm bagi seluruh pihak agar langkah pencegahan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga diperkuat dengan edukasi dan pembentukan karakter sejak dini.
Ia menilai Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda, terutama melalui pengamalan Dasa Dharma, pembentukan kebiasaan positif, penguatan moralitas, spiritualitas dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Persoalan utama dalam membangun masyarakat adalah bagaimana membangun karakter. Kebiasaan-kebiasaan baik harus dibentuk sejak awal. Dasa Dharma, moralitas, spiritualitas dan ketakwaan menjadi bagian penting untuk membentengi diri,” katanya.
Bupati menegaskan, penguatan karakter tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Karimun dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, yakni masyarakat yang beragama, sehat dan cerdas.
Karena itu, keberadaan Saka Anti Narkoba diharapkan tidak berhenti pada seremoni pelantikan, tetapi mampu bergerak lebih konkret dalam memberikan edukasi, pembinaan dan pencegahan bahaya narkoba di tengah masyarakat.
“Kita berharap Saka Anti Narkoba ini mampu menjadi kekuatan baru yang lebih spesifik dalam edukasi, pembinaan dan pencegahan narkoba. Pemerintah daerah siap memperkuat sinergi bersama BNN dan Gerakan Pramuka untuk membangun generasi Karimun yang sehat, cerdas dan berkarakter,” pungkas Ing Iskandarsyah. (Nov)



