KARIMUN | WARTA RAKYAT — Di balik setiap tetes darah yang didonorkan, ada harapan hidup bagi mereka yang tengah berjuang. Pesan kemanusiaan itulah yang mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) di Kabupaten Karimun.
Sebanyak enam pendonor darah sukarela menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi mereka mendonorkan darah secara rutin. Penghargaan tersebut diserahkan dalam upacara HUT ke-81 PMI yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Karimun, Sabtu (19/9/2026) pagi.
Keenam penerima penghargaan tersebut yakni Hafiz Ashri yang telah melakukan donor darah sebanyak 12 kali, Rio Saputra sebanyak 15 kali, Tria Wahyuni Illahi sebanyak 20 kali, Rike Afriyanti sebanyak 30 kali, Adam Nur Atsnawi sebanyak 34 kali, serta Mie Li yang telah tercatat 29 kali melakukan donor darah.
Penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap para pendonor sukarela yang secara konsisten menyumbangkan darah tanpa pamrih untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para pendonor yang telah menjadikan donor darah sebagai bagian dari kepedulian sosial.
“Untuk para pendonor yang pada pagi ini mendapatkan apresiasi, ucapan terima kasih kami sampaikan karena darah itu sampai saat ini kita tidak bisa menirunya. Hanya dengan cara mendonorkan darah kita kepada orang-orang yang membutuhkan,” ujar Iskandarsyah.
Pesan tersebut disampaikan bukan sekadar dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah. Iskandarsyah juga mengungkapkan bahwa dirinya turut memiliki pengalaman sebagai pendonor darah.
“Saya termasuk mungkin sudah lebih dari 15 kali saya pernah donor. Terutama waktu di Tanjungpinang saya sering mendonorkan darah,” ungkapnya.
Menurut Iskandarsyah, kebutuhan darah merupakan persoalan kemanusiaan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan dengan alternatif lain. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan donor darah menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.
“Mudah-mudahan kita sama-sama aktif untuk mendonorkan darah karena darah itu tidak bisa diganti dengan yang lain, kemudian banyak juga masyarakat yang membutuhkannya,” katanya.
Ia pun mendorong agar semangat yang ditunjukkan para pendonor penerima penghargaan dapat menular kepada masyarakat luas.
Bupati berharap kegiatan donor darah tidak berhenti pada momentum peringatan HUT PMI, tetapi berkembang menjadi kegiatan rutin yang melibatkan semakin banyak unsur masyarakat.
“Mudah-mudahan ini menjadi program rutinitas PMI, khususnya Kabupaten Karimun yang kita cintai,” harapnya.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam donor darah, semakin kuat pula semangat gotong royong dalam membantu sesama.
Sementara itu, peringatan HUT ke-81 PMI Kabupaten Karimun turut dihadiri Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, yang juga menjabat Ketua PMI Kabupaten Karimun, bersama jajaran pengurus dan keluarga besar PMI.
Mengusung tema “Peduli, Bergerak, Bersama”, peringatan tahun ini menegaskan semangat kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pelayanan kemanusiaan.
Enam nama yang menerima penghargaan pun menjadi bagian penting dari pesan tersebut. Dari belasan hingga puluhan kali donor, konsistensi mereka menunjukkan bahwa aksi kemanusiaan dapat tumbuh dari sebuah kebiasaan sederhana, yakni bersedia memberikan sebagian dari diri untuk menyelamatkan kehidupan orang lain.
Di tengah kebutuhan darah yang terus ada, penghargaan kepada para pendonor bukan sekadar seremoni. Ia menjadi pengingat bahwa satu keputusan untuk mendonorkan darah dapat menjadi bagian dari perjuangan hidup seseorang yang bahkan tidak pernah dikenal sebelumnya. (Nov)






