KARIMUN | WARTA RAKYAT — Ketika matahari belum sepenuhnya meninggi, kawasan Coastal Area Karimun mulai berubah wajah. Derap langkah warga, kayuhan sepeda, aktivitas olahraga hingga interaksi keluarga perlahan memenuhi ruang publik yang untuk beberapa jam terbebas dari riuh kendaraan bermotor.
Pemerintah Kabupaten Karimun kembali mengaktifkan Car Free Day (CFD) setiap Minggu pagi di kawasan Coastal Area. Kegiatan yang dimulai pukul 05.30 hingga 09.30 WIB tersebut menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi sekaligus menikmati suasana pagi tanpa kepadatan lalu lintas kendaraan.
Pelaksanaan CFD digelar oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun bersama Satlantas Polres Karimun, dengan pengaturan arus lalu lintas dan pengamanan di sepanjang kawasan kegiatan.
Rute CFD berlangsung mulai dari Rumah Burung hingga Hotel 21. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Dishub Karimun menurunkan 12 personel, sementara sekitar 8 personel Satlantas Polres Karimun turut diterjunkan setiap pelaksanaan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Tohap Siahaan, menegaskan bahwa pengaktifan kembali CFD bukan sekadar menghadirkan kawasan bebas kendaraan, tetapi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan ruang publik yang sehat, nyaman dan produktif bagi masyarakat.
“CFD ini kita hadirkan untuk memastikan kenyamanan masyarakat dalam berolahraga maupun melakukan aktivitas lainnya. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi polusi udara dan emisi kendaraan,” ujarnya, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, CFD memiliki manfaat yang lebih luas. Selain mendorong masyarakat menjaga kebugaran, ruang publik tersebut dapat menjadi tempat interaksi sosial, menggerakkan ekonomi kerakyatan, mempromosikan produk lokal hingga membantu masyarakat mengurangi kepenatan dari rutinitas sehari-hari.
“Car Free Day bukan hanya tentang olahraga. Ini menjadi ruang interaksi sosial, menggerakkan ekonomi kerakyatan, mempromosikan produk lokal dan menciptakan suasana yang lebih sehat. Kita ingin masyarakat bisa merawat kebugaran dan kebersamaan di arena CFD untuk melaju dalam harmoni,” ungkap Tohap.
Kehadiran kembali CFD mendapat sambutan positif dari masyarakat. Rian, salah seorang warga Karimun, mengaku sangat mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah menghidupkan kembali aktivitas tersebut.
“Saya sangat mendukung CFD ini diaktifkan kembali. Masyarakat punya ruang untuk berolahraga dengan lebih nyaman, berkumpul bersama keluarga dan menikmati suasana pagi. Apalagi kalau kegiatan ini juga membantu pelaku UMKM dan produk lokal, tentu manfaatnya semakin besar,” ujarnya.
Menurut Rian, keberadaan CFD juga membuat kawasan Coastal Area terasa lebih hidup pada Minggu pagi. Tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga ruang pertemuan masyarakat dari berbagai kalangan.
Pengaktifan kembali CFD ini mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Karimun dalam menghadirkan ruang publik yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik, tetapi juga kesehatan lingkungan, interaksi sosial dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Minggu pagi di Coastal Area kini bukan sekadar tentang jalan yang bebas kendaraan. Lebih dari itu, CFD menjadi ruang ketika masyarakat dapat bergerak, berinteraksi dan menikmati kota dalam suasana yang lebih sehat sebuah langkah kecil menuju Karimun yang lebih nyaman, hidup dan harmonis. (Nov)






