KARIMUN | WARTA RAKYAT — Di tengah gemerlap Karimun Taja Tari 2026, ada kerja teknis yang bekerja dalam senyap memastikan pasokan listrik tetap andal ketika ribuan masyarakat memenuhi Panggung Putri Kemuning, Coastal Area Karimun.
PLN ULP Tanjung Balai Karimun turut mengambil bagian dalam menyukseskan perhelatan budaya tersebut dengan fokus menjaga keandalan kelistrikan sejak tahap persiapan hingga malam puncak, Sabtu (29/8/2026).
Malam puncak yang digelar Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pariwisata itu berlangsung meriah.
Lautan masyarakat memadati kawasan acara, sementara seniman dan talenta dari Indonesia, Malaysia dan Singapura tampil dalam satu panggung budaya.
Kemeriahan semakin pecah ketika Al Hafiz tampil. Penampilannya menghidupkan suasana hingga masyarakat larut bernyanyi dan berjoget bersama sebelum rangkaian acara berakhir.
Di tengah kepadatan pengunjung dan aktivitas panggung, keandalan listrik menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
Manager PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, mengatakan pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap kontinuitas pasokan listrik selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Kami berkomitmen mendukung kegiatan masyarakat dan pemerintah daerah dengan memastikan keandalan pasokan listrik. Untuk kegiatan seperti Taja Tari, kami melakukan persiapan dan pemantauan agar sistem kelistrikan tetap berjalan dengan baik sejak persiapan hingga acara selesai,” ujarnya, Minggu (30/8).
Menurutnya, dukungan PLN terhadap kegiatan daerah merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kelistrikan yang optimal, terutama pada kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.
“Kami tentu berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan masyarakat bisa menikmati acara dengan nyaman. Keandalan listrik menjadi bagian dari dukungan kami terhadap suksesnya kegiatan pemerintah daerah dan masyarakat Karimun,” katanya.
Karimun Taja Tari 2026 berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 sebagai ruang perjumpaan seni, kreativitas dan budaya serumpun.
Kompetisi tari melibatkan peserta dari Kabupaten Karimun serta sejumlah daerah seperti Pelalawan, Bintan, Tanjungpinang dan Kepulauan Meranti.
Dua kompetisi utama, Lomba Tari Tradisi Melayu dan Lomba Tari Joget Kreasi, menjadi ruang bagi generasi muda untuk menjaga akar tradisi sekaligus mengembangkan kreativitas.
Panggung Taja Tari juga mempertemukan seniman dan kelompok seni dari Indonesia, Singapura dan Malaysia, memperkuat pertukaran budaya melalui bahasa universal seni.
Malam puncak turut dihadiri unsur FKPD, DPRD, OPD, Lembaga Adat Melayu Kabupaten Karimun, tokoh masyarakat, tokoh adat, ulama, organisasi masyarakat dan OKP, serta perwakilan perhimpunan zuriat kerabat keluarga Raja Karimun-Singapura dan sahabat dari Singapura serta Malaysia.
Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menegaskan bahwa kebudayaan merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah.
“Kita tahu bahwa visi Kabupaten Karimun adalah mewujudkan Karimun yang maju, sejahtera dan berbudaya. Jadi budaya adalah bagian bagaimana kita membangun Kabupaten Karimun yang kita cintai,” kata Iskandarsyah.
Dukungan berbagai pihak, termasuk PLN ULP Tanjung Balai Karimun, menjadi bagian dari ekosistem yang membuat perhelatan tersebut dapat berlangsung dengan baik.
Ketika ribuan warga larut dalam musik dan tari, panggung tetap menyala. Di balik kemeriahan itu, keandalan listrik menjadi bagian penting yang bekerja tanpa banyak terlihat namun menentukan. (Nov)






