KARIMUN | WARTA RAKYAT – Ikon baru Kabupaten Karimun, Tugu Adipura PT Timah di kawasan Coastal Area, Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing, roboh pada Minggu (30/8/2026).
Bagian atas tugu yang menyatu dengan Tugu Timah tersebut dilaporkan ambruk dan jatuh ke badan jalan. Sementara struktur beton utama tugu masih berdiri.
Pantauan di lokasi, bagian tugu yang roboh telah dievakuasi ke tempat aman untuk mencegah gangguan terhadap arus kendaraan yang melintas.
Belum diketahui secara pasti apakah material tugu yang jatuh tersebut sempat mengenai orang. Hingga kini, penyebab robohnya bagian atas tugu juga masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
Namun, berdasarkan keterangan warga sekitar, angin kencang diduga menjadi pemicu robohnya bagian atas tugu.
“Kejadiannya subuh tadi saat angin kencang. Bagian atasnya setelah bagian beton ada baut yang lepas,” ujar seorang warga saat dilokasi.
Tugu Adipura PT Timah merupakan salah satu landmark yang berdiri di kawasan Coastal Area Karimun.
Tugu tersebut dibangun menggunakan dana CSR PT Timah Tbk dan mulai dikerjakan sejak Juli 2019.
Peresmian dilakukan pada September 2021, ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Direktur Keuangan PT Timah Tbk saat itu, Soni Wibisono, pada 13 September 2021.
Tugu tersebut dibangun sebagai simbol apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Karimun meraih Piala Adipura tiga tahun berturut-turut.
Secara desain, bagian puncak tugu menampilkan bentuk Piala Adipura berwarna emas, sementara keseluruhan struktur memadukan simbol penghargaan lingkungan dengan sejarah panjang pertambangan timah di Karimun.
Unsur sejarah tersebut direpresentasikan melalui ornamen mangkok pengeruk timah, kapal keruk, serta gelombang laut, dengan dominasi warna biru dan silver.
Kini, salah satu simbol kebanggaan yang selama bertahun-tahun menghiasi Coastal Area itu menyisakan perhatian publik.
Bagian atasnya telah roboh, sementara pertanyaan mengenai penyebab dan kekuatan konstruksinya menunggu jawaban dari pemeriksaan teknis. (Nov)






