KARIMUN | WARTA RAKYAT – Proses penjaringan calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karimun masa kerja 2026–2031 memasuki tahapan berikutnya.
Sebanyak 16 pendaftar dinyatakan lulus seleksi administrasi setelah dinilai memenuhi persyaratan yang ditetapkan Tim Seleksi.
Hasil tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor 11/TIMSEL-BAZNAS/2026 tentang Hasil Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Karimun Masa Kerja 2026–2031.
Ke-16 peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi tersebut yakni Siti Hawa, Muhammad Iqbal, Drs. H. Anwar AB, Nurbit Siman, Asihadi, Ahmad Yusuf, Arifwan, H. Jamzuri, Gunawan Sukma, Mhd Tolip, Jumadiah, Zulaekah, Sunardi, Sugiono, Romdhonah, dan Khaidir.
Kelulusan administrasi menjadi pintu masuk menuju tahapan seleksi kompetensi. Berdasarkan pengumuman, peserta yang dinyatakan lulus wajib mengikuti Tes Pengetahuan Dasar dan Penulisan Makalah yang dijadwalkan pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di SMPN 1 Karimun, Jalan Pendidikan, Tanjung Balai Karimun.
Para peserta diwajibkan membawa kartu tanda pendaftar yang diunduh melalui SIMZAT, KTP atau identitas lainnya, serta hadir sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun sekaligus Ketua Tim Seleksi, Sularno, menegaskan bahwa tahapan seleksi tidak sekadar berkaitan dengan pemenuhan persyaratan administratif, tetapi menjadi bagian penting dalam menemukan figur yang memiliki integritas, kapasitas dan komitmen kuat terhadap pengelolaan zakat.
“Seleksi ini kita laksanakan secara profesional, objektif dan sesuai ketentuan. Harapan kita, seluruh tahapan dapat menghasilkan calon pimpinan yang benar-benar memiliki kompetensi, integritas serta komitmen untuk memperkuat tata kelola zakat di Kabupaten Karimun,” ujarnya, Rabu (5/8).
Menurutnya, BAZNAS memiliki posisi strategis dalam mengoptimalkan potensi zakat sekaligus memperluas dampaknya bagi masyarakat.
Karena itu, proses seleksi harus mampu menjaring figur yang tidak hanya memahami aspek pengelolaan zakat, tetapi juga mempunyai perspektif pelayanan publik dan pemberdayaan umat.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Karimun sekaligus Ketua Panitia Pendukung, Wahyu Amirullah, menilai keberagaman latar belakang peserta menjadi salah satu sisi penting dalam proses penjaringan calon pimpinan BAZNAS Karimun.
Para peserta berasal dari unsur tenaga profesional, tokoh masyarakat Islam dan ulama, dengan pengalaman serta perspektif yang beragam.
“Keragaman peserta menunjukkan adanya perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan zakat. Selanjutnya, yang menjadi fokus adalah bagaimana setiap tahapan dapat berjalan tertib, transparan dan memberikan ruang yang adil bagi seluruh peserta untuk menunjukkan kapasitas terbaiknya,” ucap Wahyu.
Wahyu menambahkan, panitia pendukung akan memastikan kebutuhan teknis dan administratif selama proses seleksi dapat berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Lebih jauh, proses seleksi calon pimpinan BAZNAS Karimun masa kerja 2026–2031 memiliki arti strategis karena kepemimpinan BAZNAS ke depan diharapkan mampu membawa pengelolaan zakat ke arah yang semakin amanah, profesional, transparan dan berdampak nyata.
Zakat bukan semata instrumen penghimpunan dana keagamaan. Ketika dikelola secara tepat, zakat dapat menjadi kekuatan sosial-ekonomi untuk membantu masyarakat rentan, mendukung pemberdayaan, serta memperluas manfaat pembangunan berbasis kebutuhan umat.
“Karena itu, kualitas figur yang nantinya terpilih akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan seberapa jauh potensi zakat di Karimun dapat diterjemahkan menjadi program yang terukur dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” pungkas Wahyu. (Nov)






