KARIMUN | WARTA RAKYAT – PLTU Karimun mengalami kendala teknis pada PLTU Unit 1 yang mengakibatkan dilakukannya manajemen beban di sejumlah wilayah Kabupaten Karimun pada Pukul 08.00 WIB.
PLN Karimun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Sesaat setelah gangguan terjadi, tim operasi dan pemeliharaan PLTU Karimun segera melakukan penanganan untuk memulihkan kondisi sistem.
Saat ini, PLN tengah melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kedua Unit PLTU guna memastikan penyebab gangguan serta menjamin keandalan operasi pembangkit.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa gangguan dipicu oleh kendala pada salah satu peralatan pendukung pembangkit yang menyebabkan PLTU Unit 1 mengalami trip.
PLTU Unit 1 ditargetkan dapat kembali bergabung ke sistem pada pukul 18.00 WIB.
Demikian disampaikan Manager PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, dalam keterangannya, Sabtu (18/7).
Dikatakan Ahmad Subhan, langkah selanjutnya untuk memastikan kondisi PLTU Unit2, maka pukul 11.00 WIB dilakukan pemeliharaan darurat (emergency maintenance) pada PLTU Unit 2 yang ditargetkan kembali masuk sistem pada pukul 12.00 WIB dan beroperasi secara bertahap hingga optimal pada pukul 13.30 WIB.
Terkait progres penambahan daya mampu pembangkit melalui Program Peremajaan PLTD sebanyak 6MW saat ini dalam proses pengiriman yang ditargetkan sampai pada Hari Senin, 20 Juli 2026.
“Proses instalasi ditargetkan selesai dalam waktu 2 minggu sehingga Minggu Pertama Agustus 2026 sudah bisa mensupport sistem Kelistrikan Karimun,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, sambung Ahmad Subhan lagi, Tim Pemeliharaan Pembangkit terus mengupayakan perbaikan pada mesin-mesin yang mengalami penurunan daya salur agar lebih optimal lagi.
PLN Karimun terus mengupayakan percepatan pemulihan sistem kelistrikan agar pasokan listrik kepada pelanggan dapat kembali normal secepatnya.
“PLN kembali menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat manajemen beban yang terjadi,” pungkasnya.






