Menempa Karakter Santri Ar-Raudhah: Kasdim 0317/TBK Tegaskan Peran Strategis Generasi Muda Sebagai Benteng NKRI

Menempa Karakter Santri Ar-Raudhah: Kasdim 0317/TBK Tegaskan Peran Strategis Generasi Muda Sebagai Benteng NKRI

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Orientasi pendidikan bagi generasi muda kini tak lagi sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, melainkan menjadi fondasi krusial dalam pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan.

Semangat inilah yang melatari kehadiran Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0317/Tanjung Balai Karimun, Mayor Inf Istain Tamimi, sebagai pemateri dalam kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) MTs dan MA Ar-Raudhah Tahun Ajaran 2026/2027.

Bacaan Lainnya

Diselenggarakan di Kampus Ar-Raudhah, Jalan Kapal Keruk, Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun pada Selasa (14/7/2026), agenda ini bertransformasi menjadi momentum strategis untuk menyuntikkan nilai-nilai kedisiplinan dan jiwa patriotisme kepada para peserta didik baru sejak hari pertama mereka menapaki jenjang pendidikan saniwiyah dan aliyah.

Sepanjang sesi pembekalan, atmosfer ruang pertemuan diselimuti antusiasme tinggi. Ratusan santri menyimak dengan saksama pemaparan dari perwira menengah TNI AD tersebut.

Dalam orasinya, Mayor Inf Istain Tamimi menekankan bahwa tantangan zaman ke depan menuntut lahirnya pribadi yang tidak hanya kokoh secara spiritual dan unggul dalam ilmu agama, namun juga adaptif serta memiliki kepedulian mendalam terhadap masa depan bangsa.

Mayor Inf Istain Tamimi menegaskan bahwa santri memegang posisi geopolitik dan sosial yang sangat strategis sebagai suksesor pembangunan nasional.

Penguatan karakter, menurutnya, tidak dapat terjadi secara instan, melainkan harus ditempa melalui habituasi positif yang dilakukan secara konsisten dalam ritme kehidupan sehari-hari.

“Santri bukan hanya pandai mengaji, tetapi juga harus mampu menjaga negeri. Kalian adalah penerus peradaban, agen perubahan, sekaligus benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Mayor Inf Istain Tamimi dengan nada tegas yang disambut riuh semangat para santri.

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa manifestasi dari karakter unggul tersebut dimulai dari hal-hal mendasar yang bersifat spiritual dan personal.

Kedisiplinan dalam menunaikan ibadah salat, konsistensi mengaji, manajemen waktu yang baik, hingga kemandirian hidup di lingkungan madrasah merupakan pilar utama pembentukan mentalitas baja.

Ia mendorong para santri untuk tidak rentan terhadap kegagalan, melainkan menjadikan setiap hambatan sebagai batu loncatan menuju keberhasilan.

Di era digitalisasi yang penuh dengan disrupsi moral, Kasdim 0317/TBK juga menaruh perhatian khusus pada aspek etika (akhlaqul karimah).

Ia mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual mutlak harus diimbangi oleh keluhuran budi pekerti, yang tercermin dari kepatuhan kepada orang tua, kejujuran, sikap saling tolong-menolong, hingga komitmen bersama untuk menolak segala bentuk perundungan (bullying) baik di lingkungan sekolah maupun di ruang publik digital.

Mayor Inf Istain Tamimi menitipkan pesan mendalam terkait pentingnya merawat tenun kebangsaan melalui pemikiran yang terbuka dan moderat.

“Bangun wawasan yang moderat, seimbangkan urusan dunia dan akhirat. Junjung tinggi toleransi tanpa mengorbankan akidah, serta tanamkan rasa cinta kepada NKRI dan persatuan bangsa,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi edukasi antara lembaga pendidikan keagamaan dan institusi TNI ini, Kampus Ar-Raudhah Karimun diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya siap menjadi ulama atau intelektual muslim, tetapi juga menjadi warga negara yang siap sedia mengabdi demi kejayaan bangsa dan negara. [Nov]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses