KARIMUN | WARTA RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Karimun mengambil langkah strategis dan progresif dalam memperkuat pilar birokrasi di wilayah perbatasan.
Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, Pemkab Karimun mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar untuk mengirimkan 20 Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahap pertama program Komponen Cadangan (Komcad).
Langkah ini bukan sekadar peningkatan kapasitas aparatur biasa, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk membentuk postur birokrasi yang tangguh.
Para ASN terpilih ini akan menjalani Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) guna menanamkan nilai-nilai kedisiplinan tingkat tinggi, integritas, serta jiwa korsa yang solid dalam menopang tata kelola pemerintahan yang bersih dan responsif.
Sebagai daerah yang berada di garis depan nusantara dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kabupaten Karimun dinilai memerlukan aparatur yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga memiliki kesadaran geopolitik dan kesiapan mental yang prima.
Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar untuk mentransformasi budaya kerja di lingkungan pemerintah daerah sekaligus mempertebal rasa cinta tanah air.
“Kita ingin seluruh aparatur sipil kita memiliki kedisiplinan yang total. Melalui program Komcad ini, kita tidak hanya membentuk karakter ASN yang tangguh dan berintegritas tinggi, tetapi juga memperkuat rasa patriotisme serta kesadaran bela negara yang berbasis pada tindakan nyata,” ujarnya.
Hal ini disampaikannya saat diwawancara usai melantik Pj Sekda, Sularno di Rumah Dinas Bupati Karimun, Rabu (1/7/2026) siang.
Bupati Iskandarsyah juga menggarisbawahi urgensi posisi geografis Karimun sebagai alasan krusial di balik kebijakan visioner ini.
“Kabupaten Karimun adalah daerah perbatasan. Tantangan yang kita hadapi di beranda depan negara ini sangat kompleks. Oleh karena itu, kita membutuhkan abdi negara yang memiliki jiwa korsa kuat dan rasa bela negara yang mengakar, demi menjaga kedaulatan bangsa melalui pelayanan publik yang prima dan berwibawa,” tuturnya.
Tahap pertama yang melibatkan 20 ASN ini diharapkan menjadi role model atau stimulan bagi transformasi budaya kerja di seluruh instansi Pemkab Karimun.
Latsarmil Komcad diproyeksikan mampu mengikis sekat-sekat birokrasi melalui penanaman jiwa korsa, sehingga mempercepat akselerasi program-program strategis daerah.
Dengan dukungan anggaran yang terukur pada APBD 2026, kebijakan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Karimun dalam menyelaraskan pembangunan infrastruktur fisik dengan pembangunan karakter manusianya.
Langkah ini sekaligus menempatkan Karimun sebagai salah satu daerah pelopor di wilayah kepulauan yang secara aktif mengintegrasikan penguatan sipil-militer demi ketahanan nasional dari beranda perbatasan. (Nov)






