Pelatihan Juru Buku Koperasi, Rahma Harapkan Pengelolaan Koperasi Lebih Transparan dan Akuntabel

18

TANJUNGPINANG | WARTA RAKYATPemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM RI melaksanakan kegiatan pelatihan pengembangan koperasi melalui pelatihan teknis (DAK) bagi anggota Koperasi dan pelaku usaha mikro. Kegiatan dilaksanakan di Aula SMK Negeri 2 Tanjungpinang, Rabu (15/9).

Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S. IP yang membuka kegitan tersebut mengatakan bahwa pemerintah pusat memiliki target mendukung Indonesia menjadi negara yang memiliki taraf hidup yang tinggi didukung oleh kondisi perekonomian nasional yang sehat.

“Untuk itu diperlukan pengembangan SDM melalui pelatihan teknis juru buku koperasi. Dengan tujuan dengan pelatihan ini agar pengelolaan perkoperasian dapat lebih transparan dan akuntabel, serta dalam penyelenggaraan pembukuan koperasi lebih tertib, disiplin, lengkap, akurat dan pengurus dapat mengawasi proses penyelenggaraan pembukuan dengan efektif”, Ucap Rahma.

Lanjut Rahma mengatakan bahwa pemerintah kota Tanjungpinang melalui Dinas Tenaga Kerja koperasi dan usaha mikro Kota Tanjungpinang berupaya agar jumlah koperasi sehat semakin meningkat.

“mudah-mudahan dengan pelatihan pengembangan koperasi melalui pelatihan teknis ini, pengurus koperasi khususnya bendahara dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk diterapkan, serta dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya bagi para peserta baik peserta dari koperasi maupun dari usaha mikro”, harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, Drs. H. Hamalis melaporkan bahwa di Kota Tanjungpinang jumlah koperasi keseluruhan sebanyak 385 dan yang telah diikutkan pelatihan juru buku berjumlah 55 pengurus koperasi.

“Hari ini melalui anggaran kementerian, kembali dilaksanakan sebanyak 50 pengurus Koperasi yang akan diberikan bimbingan tekhnis terkait juru buku koperasi”, terang Hamalis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.