Santri Wati Ini Sambut Gembira Hari Santri Nasional

39
Para Santri Pesantren Al-Kautsar Sedang Melakukan Upacara Memperingati Hari Santri Nasional

TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT — Lima tahun lalu merupakan penepatan Hari Santri Nasional lewat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 tentang penetapan tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk mengingat dan meneladani semangat jihad para santri merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang digelorakan para ulama.

Walikota Tanjungpinang bersama pengasuh pondok pesantren Al-Kausar beserta para undangan untuk Memperingati Hari Santri Nasional

Di Tanjungpinang sendiri menjadi hari paling asyik, menurut salah satu santri wati Pondok Pesantren Al-Kautsar, Jl. Kepoda Kp.Sidomulyo KM. 11 Tanjungpinang.

“Asyik bagi kami saat Hari Santri tiba,” kata Ainun dengan senang.

Walau pandemi Covid-19 masih berlangsung, namun kata Ainun masih ada hal yang membuat ia merasa senang di Hari Santri ini.

“Walaupun hanya di dalam, tak ada kegiatan di luar karena covid tapi masih asyik buat kami hari santri tahun ini karena masih ada lomba dan kegiatan lainnya,” ucap Ainun.

Sementara, Pengasuh dan sekaligus pemimpin pondok Pesantren Al-Kautsar, Supeno mengatakan walau suasana Covid jangan takut untuk berkreasi dan berinovasi di Hari Santri Nasional yang Ke-5 ini.

“Jadi, dengan nuansa covid ini jangan terlalu takut berkreasi, berinovasi, yang penting kita tidak boleh meremehkan arahan pemerintah,” katanya.

Pengasuh/Pemimpin Pondok Pesantren Al-Kautsar, Supeno

Di Hari Santri Nasional, ia menceritakan salah satu jati diri santri, kata Supeno harus belajar berdisiplin, karena disiplin akan melangkahkan kesuksesan.

“Jati diri santri, satu, harus belajar berdisiplin karena dengan disiplin itu akan sukses, maka dari itu displin harus di tanamkan ke generasi secara terus-menerus,” ujarnya.

Supeno mengatakan dirinya terus memberikan pemahaman kepada anak untuk berkehidupan yang lebih baik, caranya lebih baik harus belajar kemandirian, dengan menjaga kebersihan diri.

“Biasanya kita cuci tangan di tempat wudhu, kita ditempat-tempat yang lebih banyak ada 17 tempat cuci tangan,” tutupnya.

Pewarta : Ilham
Editor      : Prengki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.