Sidang Paripurna Istimewa HUT ke-19 Kota Otonom Tanjungpinang, Rahma Paparkan Capaian

22

Pimpinan DPRD Kota Tanjungpinang saat menggelar Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-19 Kota Otonom Tanjungpinang, di ruang sidang paripurna Kantor DPRD Tanjungpinang, Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu (17/10/2020).

TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – DPRD Kota Tanjungpinang menggelar Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-19 Kota Otonom Tanjungpinang, di ruang sidang paripurna Kantor DPRD Tanjungpinang, Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu (17/10/2020).

Dalam pidatonya, Wali Kota Tanjungpinang, Rahma menyampaikan sejumlah capaian program dan kinerja yang menjadi prioritas pembangunan dalam satu tahun terakhir pelaksanaan RPJMD Kota Tanjungpinang.

Di antaranya di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, pariwisata, dan penanganan Covid-19 di Kota Tanjungpinang.

Rahma memaparkan, pada bidang pendidikan di tahun 2019, rata rata capaian target indikator program di bidang pendidikan tercapai dengan katagori sangat tinggi.

Adapun beberapa indikator yang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya di antaranya, angka partisipasi kasar PAUD meningkat dari 65% menjadi 69%, angka partisipasi murni meningkat dari 85% menjadi 86% untuk jenjang SD dan 73% menjadi 77% untuk jenjang SMP.

Pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana jenjang SD dan pengadaan sarana penunjang pembelajaran jenjang SMP se-Kota Tanjungpinang, serta bantuan seragam sekolah dan perlengkapan sekolah gratis kepada siswa baru tingkat SD dan SMP.

Di bidang kesehatan, capaian kinerja tahun 2019 juga menunjukkan hasil yang sangat baik, dengan adanya peningkatan persentase kepemilikan JKN KIS bagi penduduk miskin dari 21,91% menjadi 22,08%.

Persentase peningkatan status kelulusan akreditasi puskesmas dari 28,57% menjadi 42,86%, angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup turun dari 202,53 menjadi 130,85, persentase balita stunting turun dari 23,35% menjadi 19,09%.

Peningkatan kunjungan rawat jalan dari 43.681 menjadi 60.246 kunjungan, dan peningkatan jumlah kunjungan rawat inap dari 7.092 menjadi 8.443 kunjungan.

Disamping itu, pembangunan sarana dan prasarana kesehatan puskesmas Sungai Jang, pembangunan, pemeliharaan dan pengadaan sarana dan prasarana posyandu, polindes, poskel, dan pustu, dan peningkatan status akreditasi puskesmas.

Yaitu, puskesmas batu 10 dari utama menjadi paripurna, puskesmas Tanjungpinang dari dasar menjadi utama, dan penilaian status puskesmas Tanjung Unggat menjadi utama.

Dalam bidang infrastruktur, lanjut Rahma, beberapa capaian kinerja dalam urusan pembangunan di tahun 2019 dari tahun sebelumnya.

Di antaranya, penambahan panjang jalan yang terbangun sepanjang 5,5 Km, jumlah panjang jalan dalam kondisi mantap yang meningkat dari 235,8 Km menjadi 243,19 Km, persentase drainase dalam konidisi baik meningkat dari 28,25% menjadi 28,75%.

Persentase rumah layak huni dari 8,85% menjadi 11,59%, luasan kawasan kumuh yang menurun dari 64,52% menjadi 24,95%, dan peningkatan persentase penerangan jalan umum yang terpasang dari 60,82% menjadi 71,30%.

Tak hanya itu, penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Kota Tanjungpinang terus mengalami peningkatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat baik yang berada di jalan umum maupun jalan lingkungan serta di ruang-ruang publik seperti, taman-taman kota hingga tempat pemakaman umum (TPU).

“Di tahun 2019 jumlah pengaduan kerusakan lampu penerangan jalan umum (PJU) sebanyak 184 lokasi dengan jumlah 362 titik lampu rusak. Sedangkan pembangunan lampu penerangan jalan umum (PJU) sebanyak 17 lokasi dengan 290 titik lampu,” jelas Rahma.

Untuk tahun 2020, pekerjaan pemeliharaan lampu penerangan jalan umum (PJU) terus dilaksanakan memperhatikan pengaduan kerusakan lampu peneranangan jalan umum (PJU) sebanyak 322 lokasi dengan 963 titik lampu rusak.

Hingga semester I tahun 2020, telah dilakukan perbaikan sebanyak ±170 lokasi dan ±330 titik lampu yang telah diperbaiki dan kembali berfungsi.

“Saat ini sedang berproses pembangunan lampu penerangan jalan umum (PJU) di 27 lokasi dengan 457 titik lampu penerangan jalan umum (PJU),” tambah Rahma.

Sementara, Rahma mengatakan beberapa prioritas pembangunan yang telah dilaksanakan di antaranya, pembangunan Quran Centre yang tahun ini sudah dilakukan pengerjaan lanjutan setelah pembangunan awal yang dimulai pada tahun 2019 yang lalu.

Program pembangunan dan rehabilitasi jalan dan jembatan, pemeliharaan dan normalisasi saluran drainase serta pengadaan lahan dalam rangka pengendalian banjir.

Dan, pembangunan sarana prasarana perumahan dan pemukiman serta peningkatan jalur pejalan kaki perkotaan, pengembangan pengelolaan persampahan.

“Salah satu prioritas utama saat ini yaitu dalam pembangunan percepatan lampu penerangan jalan,” kata Rahma.

Dikatakan Rahma, pada urusan penanaman modal, ketenagakerjaan dan perdagangan, beberapa program prioritas  yang telah dilaksanakan.

Diantaranya, pelaksanaan program peningkatan promosi  dan kerja sama investasi melalui promosi dan partisipasi pameran dalam negeri serta fasilitasi antara pelaku UMKM dan dunia usaha.

Perencanaan tenaga kerja kota tanjungpinang untuk pencapaian perluasan perencanaan tenaga kerja, bimbingan penyuluhan LKPM online bagi pelaku usaha dalam rangka peningkatan iklim investasi, pelatihan dan sertfikasi tenaga kerja.

Selain itu dalam rangka perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan juga sudah dilakukan kegiatan pasar murah, pengoperasian metrologi legal dan pemantauan harga stok bahan kebutuhan pokok dan juga telah dilakukan kegiatan peningkatan sarana perdagangan.

Sehingga didapati beberapa kinerja turut meningkat dari target dan tahun sebelumnya diantaranya, peningkatan pada nilai investasi asing dari USD2.930 menjadi USD10.652, pencapaian nilai invetasi dalam negeri sebesar Rp535,8 milyar lebih tinggi dari target yang ditetapkan yaitu Rp320 miliar.

“Meningkatnya besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi dari 16% menjadi 33%, serta tercapainya pengendalian fluktuasi harga bahan pokok dan kelancaran arus sembako, serta persentase wajib ukur tera, hingga penyediaan pasar dalam kondisi yang baik,” papar Rahma.

Sedangkan dalam pengembangan kebudayaan dan kepariwisataan, Rahma memaparkan, telah dilaksanakan program prioritas dalam mendukung peningkatan budaya serta destinasi wisata diantaranya, pengamanan situs sejarah dan cagar budaya kota Tanjungpinang.

Serta pembentukan kelompok sadar lestari cagar budaya dan pembentukan tenaga ahli cagar budaya (TACB) kota tanjungpinang, revitalisasi gedung kantor serta berbagai fasilitas  penunjang di museum kota Tanjungpinang.

Dan, pelaksanaan berbagai event dalam rangka pengelolaan keragaman budaya, serta pengambangan ekonomi kreatif, serta pengembangan produk kreatif.

Pencapaian kinerja atas hasil pembangunan di sektor kebudayaan dan pariwisata pada tahun 2019 yang meningkat dari tahun sebelumnya, diantaranya, peningkatan pertumbuhan pada sektor wisata dari 29,62% menjadi 32,77%, peningkatan SDM pariwisata berkompeten dari 24 orang menjadi 200 orang.

Serta persentase pelaku pariwisata yang bekerja sama dalam pengembangan wisata dari 67,07% menjadi 72,63%, dan produk ekonomi kreatif yang di daftarkan ke haki yang telah mencapai 102 produk.

Untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2019, Rahma menuturkan telah mencapai 78,73 meningkat 0,4 point dari tahun  sebelumnya 78,33. IPM tersebut menempati urutan ke dua tertinggi di provinsi Kepri. Nilai IPM tersebut telah melampaui IPM provinsi Kepri 75,48 dan IPM nasional 71,92.

Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi kota Tanjungpinang di 2019  sebesar 3,27%, mengalami kenaikan 0,06% dari tahun sebelumnya 3,21 persen dan garis kemiskinan di kota Tanjungpinang pada 2019 sebesar Rp659.170 dengan persentase penduduk miskin 9,03% atau menurun 0,21% dari tahun sebelumnya yakni 9,24%.

APBD tahun 2020 ini, pemko telah melakukan reffocusing anggaran guna mengantisipasi penurunan jumlah pendapatan, baik yang bersumber dari pendanaan pemerintah pusat juga yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD).

“Pengutamaan penggunaan alokasi anggaran untuk kegiatan pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 di kota Tanjungpinang yaitu, penanganan kesehatan, dampak ekonomi dan jaring pengamanan social,” terang Rahma.

Kerja keras seluruh jajaran pemko Tanjungpinang dan dukungan dari masyarakat. Sejumlah prestasi pun berhasil diraih pemko Tanjungpinang.

Diantaranya, enam tahun berturut-turut berhasil meraih dan mempertahankan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan pemerintah oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan predikat penilaian BB (baik), atas hasil evaluasi terhadap sistem akuntabilitas kinerja pemerintahan, oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Penghargaan atas keberhasilan kota Tanjungpinang, dalam penyusunan masterplan smart city  2019 dalam rangka gerakan menuju 100 smart city dari Kementerian Komunikasi dan Informatika,

Kemudian, pencapaian daya saing daerah dengan kategori tinggi, atas hasil pengukuran indeks daya saing daerah (IDSD) tahun 2020, berdasarkan model yang dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi.

Penghargaan anugerah pesona Indonesia  2019 dari kementerian pariwisata, kota Tanjungpinang menjadi wisata halal unggulan serta wisata halal terpopuler peringkat ketiga, penghargaan sebagai kota layak pemuda tahun 2019 dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Penghargaan Swasti Saba Wiwedra atas kualifikasi pembinaan dengan cakupan 4 tatanan program kabupaten dan kota sehat tahun 2019 dari Kementerian Kesehatan.

Penghargaan Dafa Award sebagai Forum Anak terbaik se-Indonesia dan forum anak dengan partisipasi anak dalam perencanaan pembangunan terbaik se-indonesia dari kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, hingga penghargaan pencapaian response rate Sensus Penduduk Online 2020 dari Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.

“Prestasi yang telah kita raih bersama, hendaknya tidak membuat kita cepat berpuas diri, namun kita jadikan sebagai energy positif untuk mendorong performa dan kinerja terbaik dalam peningkatan kinerja pemerintahan,” ucap Rahma.

Keberhasilan ini, tentunya tidak lepas dari masukan teman-teman pers dan aspirasi masyarakat melalui DPRD, selagi sinergitas ini terjalin dengan baik,

InsyAllah hajat masyarakat secara pelan-pelan pasti ada progres. Sehingga cita–cita otonomi daerah yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan kota Tanjungpinang dapat terwujud, kata Rahma, dihadapan Sekda Provinsi Kepri, Tengku Arif Fadillah, mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Suryatati A. Manan dan Edward Musali, seluruh anggota DPRD, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.