Direktur RSUD Raja Ahmad Thabib Bantah Tidak Ada Pengusiran

941

Direktur RSUD Raja Ahmad Thabib, dr. Elfiani Sandri, MPH.

TANJUNGPINANG | Warta Rakyat – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib, membantah adanya pengusiran bagi pengunjung maupun sekelompok aktivis kesehatan oleh security yang dimuat di salah satu media online, Kamis (2/4/2020).

Direktur RSUD Raja Ahmad Thabib, dr. Elfiani Sandri, MPH mengungkapkan, bahwa pemberitaan di salah satu media online dinilai miskomunikasi.

“Tidak ada laporan ribut ribut dari Security. Saya yakin tidak demikian, biasanya Security itu hanya mengingatkan tidak boleh ada pengunjung,” ujar Elfiani Sandri, Kamis (2/4/2020) malam.

Elfiani menjelaskan, sejak Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merebak dan himbauan fisical distancing dikeluarkan Pemerintah, pihaknya tidak memperbolehkan kunjungan.

Hal itu dilakukan demi keselamatan pasien dan juga masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Kan memang jam kunjungan pasien sudah ditiadakan,” sebutnya.

Bahkan, kata dia, pihak rumah sakit sudah menempelkan pegumuman himbauan berkunjung di tempat tempat yang mudah dijangkau dan dilihat masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, sejumlah media massa juga kerap memberitakan peniadaan berkunjung untuk menghindari keramaian maupun kerumunan.

“Dan sudah dipasang pengumumannya di pintu depan rumah sakit, dalam lift, bahkan di beberapa media pun sudah banyak yang memberitakan bahwa tidak ada lagi jam kunjung pasien. Mungkin dia tidak update informasi,” tuturnya.

Terkait masker, pihaknya juga menyediakan bagi pasien yang terdeteksi COVID-19 dan dirawat diruang isolasi sesuai standar penanganan Corona Virus.

“Kalau pengunjung ya tidak boleh ada pengunjung. Kalau pasien yang terindikasi COVID-19 ya kita kasih (masker) dan dirawat diruang isolasi. Tetapi kalau ada pasien yang dirawat diruang lain itu hanya ada penunggu pasien dan tidak ada lagi kunjungan pasien,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebelumnya salah satu media online mengabarkan, RSUD Raja Ahmad Tabib yang terlihat megah 8 lantai itu disebut sebut banyak pelayanan kurang prima dipertontonkan baik kepada pasien, keluarga pasien maupun para aktivis atau pejuang kesehatan

Dalam berita tersebut juga dikatakan terlihat pasien rawat inap tidak diberikan masker saat para aktivis / pejuang kesehatan berkunjung. Juga disebutkan hanya para petugas medis dan staff RS saja yang menggunakan masker.

Bahkan dalam pemberitaan itu disebutkan beberapa petugas security RSUD mengusir atau memaksa para aktivis/pejuang kemanusiaan dan sosial kesehatan untuk keluar dari ruang perawatan padahal jam masih menunjukkan waktu besuk.

Pewarta : Prengki
Editor.    : Lestari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.