
Tanjungpinang | Wartarakyat.co.id – Komando Distrik Militer (Kodim) 0315/ Bintan menggelar doa bersama atas musibah yang menimpa Donggala, Sigi, Palu dan sekitarnya di Mesjid Al Hikmah, Rabu (10/10/18).
Acara yang diselenggarakan Kodim Bintan tersebut dihadiri oleh Gubernur Kepri, Wakil Gubernur Kepri, Sekdaprov Kepri, Walikota Tanjungpinang Syahrul, Pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan daerah yang ada di Kota Tanjungpinang, serta Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Petrus M. Sitohang
Petrus mengungkapkan, Doa dipanjatkan agar Tuhan Yang Maha Esa menerima amal ibadah korban yg meninggal dalam bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi, Donggala dan sekitarnya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga korban dalam menghadapi musibah yang terjadi.
Selain itu, ia berharap agar Tuhan yang Maha Kuasa Esa senantiasa melindungi daerah Provinsi Kepulauan Riau.
“Kita juga berdoa agar Tuhan Yang Maha Esa menerima amal ibadah korban meninggal dunia bencana alam dan memberi ketabahan bagi keluarga korban, serta Tuhan senantiasa melindungi daerah Provinsi Kepulauan Riau” Kata Petrus lewat Whatshaap miliknya.
Sekedar diketahui, berdasarkan informasi dari BNPB yang dikutip dari BCC News, bahwa terdapat 1.948 jiwa yang ditemukan tewas, sementara yang masih hilang 843 orang, sedangkan korban luka 10.679 orang. Dan BNPB memastikan proses pencarian dan evakuasi korban hilang akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, akan tetap dihentikan pada kamis (10/10) mendatang.
Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, penghentian harus dilakukan karena identifikasi jenazah yang sudah lebih dari 10 hari akan luar biasa susah dan bisa menimbulkan penyakit, lapor Quinawaty Pasaribu dari BBC News Indonesia.
“Peraturan pencarian Basarnas, pencarian itu dilakukan tujuh hari dan ditambah tiga hari. Setelah konsultasi, (pencarian akan dihentikan Kamis) dengan pertimbangan kalau sudah 14 hari keemasan sudah sulit diidentifikasi,” ucap Kepala BNPB, Willem Rampangilei yang dikutip dari BCC, Senin (08/10)





