KARIMUN | WARTA RAKYAT — Kolaborasi menjadi kunci membuka akses pendidikan bagi warga binaan.
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Balai Karimun bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Melati bersinergi menghadirkan program pendidikan kesetaraan Paket C, sebagai upaya memperkuat pembinaan sekaligus menyiapkan masa depan warga binaan, Kamis (22/10/2026).
Kerja sama ini memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menempuh pendidikan setara Sekolah Menengah Atas (SMA), memperluas wawasan, serta memperoleh bekal akademik yang dapat mendukung proses reintegrasi sosial setelah kembali ke tengah masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, Rutan Karimun dan PKBM Melati menempatkan pendidikan sebagai bagian penting dari proses pembinaan.
Keterbatasan ruang dan keadaan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan memperjuangkan masa depan yang lebih baik.
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun, Yoga Hadhi Wijaya, menegaskan bahwa kolaborasi dengan PKBM Melati merupakan bagian dari upaya memperluas kesempatan pendidikan bagi warga binaan.
“Kolaborasi dengan PKBM Melati menjadi langkah penting dalam membuka akses pendidikan bagi warga binaan. Kami ingin memastikan mereka tetap memiliki kesempatan untuk belajar, meningkatkan pengetahuan, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Menurut Yoga, pendidikan bukan sekadar pemenuhan hak, melainkan juga fondasi untuk membangun kepercayaan diri, mengembangkan potensi, dan menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki diri.
Dukungan PKBM Melati dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan menjadi bagian dari sinergi yang mendorong proses pembinaan berjalan lebih terarah.
“Melalui program Paket C, warga binaan diharapkan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan sekaligus memperluas peluang melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ucapnya.
Yoga menyebutkan, sinergi Rutan Karimun dan PKBM Melati ini menegaskan bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak berhenti pada pelaksanaan masa pidana.
Lebih dari itu, pembinaan diarahkan untuk mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri.
“Dari balik jeruji, pendidikan tetap menjadi jembatan menuju masa depan,” ujar Yoga.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Rutan Karimun dan PKBM Melati berupaya menghadirkan kesempatan bagi warga binaan untuk terus bertumbuh, menata kembali cita-cita, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mandiri serta bermanfaat bagi masyarakat. (Nov)






