KARIMUN | WARTA RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Karimun menyalurkan bantuan senilai Rp4.619.500.000 bagi guru pendidikan Al-Qur’an, guru Diniyah Takmiliyah, serta tenaga pendidik madrasah dan pondok pesantren.
Bantuan yang diserahkan pada Upacara Peringatan Hari Santri Nasional XII Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Karimun, Kamis (22/10), menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan keagamaan.
Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Karimun dalam memperkuat kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus menjaga keberlanjutan pendidikan berbasis keagamaan.
“Dukungan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap para guru dan tenaga kependidikan yang berperan penting membangun generasi berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia. Kami berharap bantuan ini memberikan manfaat nyata bagi keberlangsungan pendidikan keagamaan di Karimun,” ujarnya
Bupati Ing Iskandarsyah menjelaskan, dari total anggaran Rp4,619 miliar, sebesar Rp1.279.350.000 dialokasikan untuk 948 Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) pada Triwulan III 2026.
Sementara itu, 369 Guru Diniyah Takmiliyah menerima alokasi Rp498.150.000 untuk periode yang sama.
Sambungnya, juga mengalokasikan Rp2.190.000.000 bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah serta pondok pesantren sepanjang 2026.
Selain bantuan pendidikan, pemerintah daerah turut menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris dua Guru TPQ, yakni almarhum Zainudin dan almarhum Muhammad Gafar.
“Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp42 juta, dengan iuran program yang dibayarkan oleh Pemkab Karimun,” tutur Bupati Ing Iskandarsyah.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari momentum Hari Santri Nasional bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Peringatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, Kementerian Agama Kabupaten Karimun, serta Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Karimun, Ny. Hj. Siti Rojiah Iskandarsyah.
Melalui dukungan terhadap guru dan lembaga pendidikan keagamaan, Pemkab Karimun menegaskan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, memperkuat karakter generasi muda, serta mendorong lahirnya santri yang berdaya, inovatif, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah maupun bangsa. (Nov)






