KARIMUN | WARTA RAKYAT – Penguatan infrastruktur irigasi menjadi salah satu perhatian penting dalam mendorong produktivitas pertanian di Kabupaten Karimun.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karimun menyatakan kesiapan memfasilitasi koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Kementerian Pekerjaan Umum di Batam guna mendukung kebutuhan aliran air bagi lahan pertanian.
Komitmen tersebut mengemuka saat Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karimun, Ir. Raja Machrizal, bersama jajaran menghadiri kegiatan tanam PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agricultural System) menuju 28 hektare di Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian itu turut dihadiri Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Riau, Dr. Rudi Hartono, S.P., M.P.
Di sela kegiatan, Raja Machrizal bersama Kepala Balai membahas aspek ketersediaan dan aliran irigasi sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan pertanian modern di Karimun.
“Irigasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan pertanian. Kami siap memfasilitasi koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Kementerian PU di Batam agar kebutuhan aliran air untuk lahan pertanian dapat dibahas dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan,” ujar Raja Machrizal.
Menurutnya, pengembangan kawasan pertanian tidak hanya bertumpu pada pola tanam dan penerapan teknologi, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur sumber daya air yang memadai.
Program PM-AAS sendiri merupakan pendekatan budidaya padi intensif berbasis teknologi yang mengadopsi model pertanian Arkansas, Amerika Serikat, dengan orientasi peningkatan produktivitas dan modernisasi sistem pertanian.
Penguatan sistem irigasi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendukung keberhasilan program tersebut, khususnya dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan persawahan.
Usai agenda tanam PM-AAS, kegiatan dilanjutkan dengan panen padi gogo di kawasan Guntung Punak, Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat.
Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari modernisasi budidaya, dukungan infrastruktur irigasi hingga penguatan produktivitas pertanian lokal.
Keberlanjutan sektor pertanian bukan semata tentang memperluas areal tanam, melainkan memastikan ketersediaan air dan infrastruktur pendukung berjalan seiring dengan peningkatan teknologi pertanian. (Nov)






