KARIMUN | WARTA RAKYAT — Ketersediaan stok darah di Kabupaten Karimun menunjukkan kondisi yang relatif terjaga. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karimun mencatat kebutuhan sekaligus perputaran stok darah saat ini berada di kisaran 400 kantong per bulan.
Ketua PMI Kabupaten Karimun yang juga Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan stok darah di bank darah masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah stok darah Kabupaten Karimun sampai saat ini trennya menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Tapi kalau sekarang ini satu bulan rata-rata sekitar 400 tabung darah, kantong darah tiap bulannya sekitar 400-an. Insyaallah itu senantiasa tersedia,” ujar Rocky.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam momentum peringatan HUT ke-81 PMI yang berlangsung di Gedung Nilam Sari, Kompleks Kantor Bupati Karimun, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Rocky, menjaga ketersediaan darah tidak semata-mata berarti memperbanyak kegiatan donor sebanyak-banyaknya. PMI juga harus memastikan darah yang berhasil dikumpulkan dapat dimanfaatkan sebelum melewati masa kedaluwarsa.
“Kita juga sering mengadakan kegiatan, tapi harus juga kita ukur agar darah itu tidak menjadi kadaluarsa, karena darah itu ada batas expired-nya,” jelasnya.
Rocky menekankan pentingnya pengelolaan kegiatan donor darah secara terukur. Menurutnya, kegiatan donor yang terlalu masif dalam waktu tertentu justru berpotensi membuat sebagian stok darah tidak sempat digunakan sebelum masa berlakunya berakhir.
“Nah, inilah kadang-kadang kalau terlalu ramai yang bikin kegiatan donor sehingga darah itu nanti expired belum dipergunakan. Ini juga menjadi perhatian kami,” katanya.
Karena itu, PMI Karimun berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok dengan kebutuhan pasien.
“Jadi memang sampai saat ini, alhamdulillah kebutuhan darah di bank darah masih tersedia cukup,” ungkap Rocky.
Di sisi lain, PMI Kabupaten Karimun tetap menjalankan program pencarian dan edukasi pendonor secara berkelanjutan. Upaya tersebut tidak hanya dipusatkan di kawasan perkotaan, tetapi juga diarahkan ke berbagai kecamatan dan wilayah kepulauan.
“Kami masih program yang ada, tetap mencari pendonor di kecamatan-kecamatan, di pulau-pulau juga edukasi, memberitahu kepada masyarakat Karimun seluruhnya pentingnya darah itu tadi,” tutur Rocky.
Menurutnya, perluasan edukasi menjadi penting agar masyarakat di luar Pulau Karimun memahami bahwa kebutuhan darah merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan partisipasi bersama.
“Sehingga teman-teman kemasyarakatan dari pulau atau kecamatan-kecamatan di luar Pulau Karimun itu juga memahami arti pentingnya darah ini,” ujarnya.
Ia berharap slogan “Peduli, Bergerak, Bersama” tidak berhenti sebagai tema peringatan HUT PMI, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama masyarakat Kabupaten Karimun.
“Insyaallah PMI Karimun kemudian ke depan sebagaimana slogan tadi, ‘Peduli, Bergerak, Bersama’. Kami harapkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karimun untuk peduli sesama terkait dengan darah yang sangat dibutuhkan bagi para penderita atau para pasien yang membutuhkan darah tersebut,” kata Rocky.
Regenerasi relawan juga menjadi perhatian PMI Karimun. Rocky menyebut gerakan kepalangmerahan mulai diperkuat dari kalangan pelajar, khususnya tingkat SMP dan SMA.
“Alhamdulillah tadi teman-teman relawan, khusus muda, mulai bergerak dari mulai tingkat SMP, SMA, terus semua relawan bergerak,” ungkapnya.
Menurut Rocky, keberadaan relawan di berbagai kecamatan dan sekolah menjadi modal penting untuk membangun kesadaran masyarakat sejak dini mengenai pentingnya donor darah.
“Ini semua relawan ada di setiap kecamatan, di sekolah-sekolah SMP, SMA. Insyaallah ini semua telah kita galakkan, kita sampaikan pentingnya darah bagi sesama yang membutuhkan,” tambahnya.
Rocky kembali menegaskan bahwa kebutuhan darah merupakan kepentingan bersama. Terlebih, darah tidak dapat digantikan begitu saja dan harus tersedia ketika pasien membutuhkannya.
“Menjadi perhatian kita bersama untuk dapat membantu terkait dengan darah. Sampaikan Pak Bupati tadi, darah ini tidak bisa diganti, darah dengan darah yang sejenis,” tegasnya.
Peringatan HUT ke-81 PMI tersebut turut dihadiri unsur FKPD, pimpinan OPD, direktur rumah sakit, kepala puskesmas, serta jajaran PMI Kabupaten Karimun.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga ketersediaan darah bukan hanya tugas PMI. Ketersediaan darah merupakan mata rantai kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian pendonor, dukungan relawan, sinergi fasilitas kesehatan, serta kesadaran masyarakat di seluruh wilayah Karimun. (Nov)






