KARIMUN | WARTA RAKYAT – Komitmen vertikal dalam memerangi sindikat narkotika internasional kembali ditegaskan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).
Melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Karimun yang bersinergi dengan Satgas Kodaeral IV, otoritas bahari ini resmi menggelar pemusnahan barang bukti narkotika skala besar di Markas Lanal Tanjung Balai Karimun, Jumat (19/6/2026).
Barang bukti yang dihancurkan merupakan hasil tangkapan taktis tim Quick Response Region Naval Command IV bersama Satgas Kodaeral IV beberapa waktu lalu.
Total komoditas ilegal yang dimusnahkan mencakup 1.084 gram narkotika jenis sabu serta 582 butir pil ekstasi varian ‘Hellcat’ senilai Rp 1,917 miliar.
Kurir laut yang nekat membawa barang haram tersebut merupakan seorang nelayan lanjut usia (lansia) berinisial AK (67) diketahui warga Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.
Komandan Lanal Tanjung Balai Karimun, Letkol Laut (P) Samuel Chrestian Noya, menyampaikan narkotika bernilai miliaran rupiah ini berhasil diamankan dari upaya penyelundupan lintas negara via jalur laut.
Operasi intersepsi tersebut sukses dieksekusi di kawasan strategis perairan Timur Laut Pulau Takong Iyu, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, pada Rabu, 10 Juni 2026.
Sabu dan ekstasi tersebut diketahui bertolak dari Malaysia dengan target edar wilayah kedaulatan Indonesia. Namun, kesigapan patroli tim Quick Response berhasil memutus rantai suplai tersebut sebelum menyentuh daratan.
“Pemusnahan ini merupakan wujud transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan hukum yang mutlak. Seluruh barang bukti yang dimusnahkan hari ini telah melewati rangkaian proses penyidikan formal dan mendapatkan penetapan resmi sesuai regulasi hukum yang berlaku,” ujar Danlanal Karimun, Letkol Laut (P) Samuel Chrestian Noya.
Dikatakannya, langkah hukum ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan taktis, tetapi juga penegasan sikap TNI AL dalam memitigasi ancaman nyata terhadap ketertiban nasional dan masa depan generasi bangsa.
Dalam menjaga perimeter wilayah perairan maupun daratan Karimun, Lanal Tanjung Balai Karimun menegaskan bakal terus mengeskalasi intensitas patroli dan operasi penindakan.
“Langkah ini dilakukan secara kolaboratif dengan memperkuat jaringan kerja sama antarinstitusi,” ungkapnya.
Selain memperkuat barikade antar-aparat penegak hukum, TNI AL turut menggarisbawahi pentingnya community engagement atau peran aktif masyarakat.
“Publik diimbau untuk tidak ragu memberikan informasi krusial kepada aparat jika mengendus aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka,” harap Danlanal.
Melalui tindakan represif yang akuntabel ini, ia mengharapkan muncul efek jera yang masif bagi para pelaku kejahatan transnasional.
“Momentum ini sekaligus menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Kabupaten Karimun sebagai wilayah yang aman, kondusif, serta bersih dari infiltrasi narkotika,” pungkas Danlanal. (Nov).






