Anggota Dewan Kepri Usulkan Tes Antigen Tanjungpinang-Batam Dihapus

103
Anggota Komisi IV Fraksi-PKS, Wahyu Wahyudin

TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT Anggota DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mengusulkan penghapusan tes antigen kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Menurut Wahyu, dengan capaian vaksinasi yang mencapai 80 persen lebih, Kepri khususnya Tanjungpinang-Batam sudah layak bebas dari antigen sebagai syarat perjalanan.

“Kalau antigen sih harus dicabut sama pak Gubernur. Capaian vaksinasi udah 80 persen lebih,” katanya, Sabtu (25/9/2021) kemarin.

Apalagi Tanjungpinang dan Batam termasuk daerah penopang ekonomi di Kepri. Maka sudah seharusnya mobilitas pelaku ekonomi turut diperhatikan.

Ekonomi yang belum pulih dan masih terhimpit nya ekonomi masyarakat perlu menjadi pertimbangan bagi Gubernur untuk menghapuskan antigen.

Wahyu juga menghitung pengeluaran masyarakat untuk sekali antigen, menurutnya biaya sekali antigen setara dengan harga beras 5 Kg dengan mutu terbaik.

“Harga beras 5 kilo 50 ribu, antigen 90 ribu. Mending buat beli beras daripada antigen,” ungkapnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kepri itu juga meminta agar Ansar Ahmad mencontoh kebijakan Muhammad Nizar Bupati Lingga yang sudah terlebih dahulu menghapuskan antigen.

“Pak Gubernur seharusnya malu dengan Lingga yang sudah mencabut antigen, masa Batam-Tanjungpinang penggerak ekonomi Kepri antigen masih diterapkan,” pungkasnya.

Ia pun menyarankan, jika Pemprov Kepri khawatir akan lonjakan kasus Covid-19, tak ada salahnya dilakukan uji coba bebas antigen selama sepekan.

Apabila terjadi lonjakan, Pemprov Kepri dapat kembali menetapkan antigen sebagai syarat perjalanan.

Wahyu menambahkan, apabila Pemprov Kepri masih berberat hati menghapuskan antigen, ia meminta agar antigen digratiskan dengan menggunakan bantuan hibah 100 ribu tes antigen dari Singapura.

“Pakai saja antigen bantuan dari Singapura, yang 100 ribu itu,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.