Deputi Penataan Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Tinjau Lokasi KPBP Tanjungpinang

18

TANJUNGPINANG | WARTA RAKYATDeputi Penataan Ruang dan Kawasan Strategis Ekonomi Kementerian Koordinasi Perekonomian meninjau lokasi usulan program/ proyek dalam rencana induk pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBP) di Tanjungpinang, Jumat ( 11/06 ).

Sedangkan lokasi usulan untuk Free Trade Zone Senggarang dan Dompak yaitu Kawasan Tanjung Sebauk ( Retirement Village ), Pelabuhan Tanjung Geliga, Pengembangan Kawasan Kampung Bugis dan Tionghoa Senggarang, Jalan lingkar KPBPB, dan Pengembangan Tanjung Mocoh.

Ir Dody Selamet Riyadi MT Asisten Deputi Penataan Ruang dan Kawasan Strategis Ekonomi Kemenko Perekonomian menjelaskan, kunjungan pada hari ini dalam rangka untuk menyusun Perpres tentang wacana induk pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan, Karimun dan Tanjungpinang.

” Salah satu tujuan tim dari Kementrian ini adalah untuk kita memverifikasi kembali terhadap usulan – usulan program yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Kepri maupun Pemerintah Kab/Kota dan Badan Pengusahaan ( BP ). Karena konteks master plan atau rencana induk KPBPB Kawasan Batam Bintan Karimun dan Tanjungpinang maka difokuskan pada area tersebut, oleh karena itu kami ingin memastikan kembali usulan dari Pemerintah Daerah itu urgent atau benar – benar membutuhkan, ” jelas Dody.

Dari hasil kunjungan ini akan dievaluasi kembali ke Jakarta untuk di telaah kembali program – program yang akan dimasukkan sebagai sangat prioritas, super prioritas dan prioritas sedang.

” Dari lokasi yang sudah dikunjungi terkait dengan usulan BP Tanjungpinang ini yang paling menarik adalah bagaimana cara kita untuk menarik wisatawan di Tanjungpinang karena Tanjungpinang ini memiliki keunikan tersendiri salah satunya terdapat pulau penyengat dengan nilai bersejarah ini perlu kita kemas sebagai salah satu destinasi wisata yang lebih baik lagi, jika objek wisatanya baik tapi penataannya tidak baik ini menjadi tantangan kedepan untuk menarik wisatawan asing, ” terangnya.

Tidak hanya Pulau Penyengat saja melainkan Vihara Dharma Sasana Senggarang berusia sekitar 350 tahun juga akan di bikin seperti Kawasan Wisata China Town maka dari Pemerintah Pusat akan mensupport untuk dijadikan basis budaya.

“Tentunya segitiga kawasan mulai Kota lama Tanjungpinang, Senggarang dan Penyengat harus di tingkatkan dengan cara terkoneksi dengan Lagoi, untuk infrastruktur kita sudah melihat DAM Dompak dan Pelabuhan Tanjung Mocoh, serta jalan lingkar yang menghubungkan FTZ dengan FTZ dengan panjang 50 KM,” pungkas Dody.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.