Bea Cukai Tanjungpinang Musnahkan Barang Milik Negara Hasil Penindakan Tahun 2020

145
Barang Milik Negara yang dimusnahkan

TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT Sepanjang tahun 2020, Bea Cukai Tanjungpinang telah melaksanakan 324 kali penindakan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal di wilayah Kota Tanjungpinang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, M. Syahirul Alim.

Syahirul Alim mengungkapkan pengawasan dan penindakan peredaran Barang Kena Cukai (BKC) ilegal yang dilakukan Bea dan Cukai Kota Tanjungpinang berupa rokok dan tembakau iris.

Selain itu minuman mengandung etil alkohol (MMEA) yang menggunakan pita cukai bekas, palsu, pita cukai salah peruntukan maupun yang tidak dilekati pita cukai sama sekali juga ikut dilakukan penindakan.

“Barang ilegal lainnya yang dilakukan penindakan oleh Bea Cukai yaitu pakaian bekas (ballpress), sepeda, handphone, parfum,” ujar Syahirul, Rabu (3/3/2021) pagi.

Syahirul Alim mengatakan penindakan barang tersebut dilakukan atas persetujuan Menteri Keuangan melalui Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Batam.

Kepala Bea Cukai Tanjungpinang, M. Syahirul Alim

“Sepanjang tahun 2020, Bea Cukai Tanjungpinang melaksanakan 324 kali penindakan, sesuai Ketentuan barang-barang hasil penindakan tersebut kemudian diberikan status sebagai Barang Milik Negara (BMN),” ucapnya.

Barang-barang Milik Negara yang dilakukan penindakan tersebut dimusnahkan dengan cara di hancurkan memakai alat pelindas mini.

“Atas persetujuan dari Menteri Keuangan melalui Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Batam, BMN tersebut akan kami musnahkan,” lanjut M. Syahirul Alim.

Syahirul Alim juga mengatakan, adapun barang milik negara hasil penindakan yang dimusnahkan terdiri dari 3.171.793 rokok, 10.302 kaleng dan botol minuman mengandung ethil alkohol, 19 unit sepeda dan skuter, serta barang lainnya seperti barang-barang elektronik, parfum, sex toys, tas, sepatu, perkakas dan sebagainya, dengan nilal total sebesar Rp 3.678.789.227,-

“Potensi kerugian negara berupa bea masuk dan pajak yang harus dibayar atas barang-barang tersebut adalah sebesar Rp 2.157.025.807,” ungkap Syahirul.

Syahirul juga mengatakan tujuan dari penindakan pemusnahan barang mlilik negara ini merupakan wujud nyata keseriusan pemerintah khususnya Bea Cukai yang selalu bersinergi dengan TNI dan Polri dan aparat penegak hukum lainnya dalam memberantas peredaran barang-barang ilegal.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera kepada para pelanggar dan diharapkan dan diharapkan juga mengajak masyarakat serta pelaku usaha untuk selalu mematuhi peraturan yang ada sehingga tercipta iklim usaha yang kondusif,” pungkasnya.

Pewarta : Ilham
Editor     : Prengki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.