Akibat Virus Corona, 80 Bus di Pulau Bintan Sepi Pengunjung

589
80 bus milik PT Bintan Paradis Transportasi tak berjalan yang dikarenakan sepi tamu wisatwan.

TANJUNGPINANG | Warta Rakyat – Dampak dari virus corona juga dirasakan 80 bus milik PT Bintan Paradis Transportasi tak berjalan yang dikarenakan sepi tamu wisatwan.

Ketua Association of Indonesian Travel Agent (ASITA) Tanjungpinang-Bintan, Safril Sembiring mengatakan, bus tidak berjalan sejak adanya larangan masuk turis dari Tiongkok ke Indonesia.

Biasanya dalam satu hari itu minimal 40 bus berjalan melayani wisatawan.

“Sangat cukup terasa penurunannya,” katanya.

Safril menyebutkan, saat ini bus hanya beroperasi saat libur akhir pekan saja. Dengan tidak beroperasi bus ini cukup terasa untuk finansial terutama dalam bentuk pembayaran angsuran.

“Bus beroperasi saat weekend (akhir pekan) saja, paling banyak hanya lima hingga 10 bus yang berjalan,” sebutnya.

Lanjutnya, dengan kondisi ini pasar wisatawan domestik diharapkan menggeliat di Bintan dan Tanjungpinang, agar pelaku usaha pariwisata dan transportasi berjalan kembali.

Safril menambahkan, untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya bersama dengan hotel akan menguatkan kembali pasar domestik, yang mana pemerintah pusat mencoba untuk menurunkan harga tiket pesawat.

“Ini upaya kita menghidupkan kembali dengan kondisi yang sulit dengan pasar domestik,” sebutnya.

Menurutnya, nantinya juga pihaknya akan menyusun paket wisata dengan harga yang murah dan menyasar untuk domestik seperti Jakarta, Medan dan Pekanbaru.

“Ini upaya yang harus kita lakukan untuk mengisi pasar yang kosong sekarang, selain itu juga kami mengharap pemerintah daerah ikut berperan aktif serta dalam upaya-upaya menguatkan pasar domestik,” pungkasnya

“Kalau dilihat wisatawan nusantara untuk berwisata makan momentum ini bisa dilakukan dan pemerintah daerah juga lebih giat lagi melakukan promosi,” tutupnya.

Pewarta : Raymon
Editor.    : Frengki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.