Korban Keganasan Bus Bimbar, Alumni Epson Minta Walikota Batam Beri Sanksi Tegas

5422
Berikut beberapa kecelakaan melibatkan angkutan umum Bimbar

BATAM | Warta Rakyat – Alumni Epson tak mau tinggal diam melihat keganasan Bus Bimbar BP 7601 DU yang diduga ugal-ugalan hingga Sri Wahyuni, karyawan PT Epson Batam di kawasan Muka Kuning tewas ditempat di jalan Bukit Daeng, Kota Batam, Senin (17/2).

Selain Sri Wahyuni, Ria yang merupakan adik kandung korban, karyawan Surya Technologi Mukakuning masih kritis dan dirawat di Rumah Sakit Awal Bross.

“Satunya lagi masih di rawat,” kata Ir. Ahmad Hambali Hutasuhut, SH, selaku Advokasi Hukum Alumni Epson.

Kini pengemudi Bimbar telah diamankan pihak Kepolisian. Diduga peristiwa naas tersebut disebabkan rem tidak berfungsi.

“Pengakuannya rem mobil blong. Tapi kami masih terus memeriksa dia (Rahmat), karena masih butuh pengembangan,” ucap salah seorang penyidik dilansir Tribunbatam.

Kepada wartawan, Ir. Ahmad Hambali Hutasuhut, SH, selaku Advokasi Hukum Alumni Epson Batam mengungkapkan, terkait hukuman bagi pengemudi Bimbar, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian.

“Terkait masalah pidana supir Bimbar biarkan menjadi ranah pihak kepolisian,” katanya, Senin (17/2).

Tidak hanya itu, pihaknya (Alumni Epson) juga meminta DPRD Batam, Pemko Batam, pengusaha angkutan umum/Bimbar, Kadin Batam dan pihak terkait lainnya, agar tidak tinggal diam atau melakukan pembiaran melihat peristiwa nahas yang menewaskan rekan kerjanya.

“Karena bisa masuk unsur abuse of power/penyalahgunaan kewenangan/kelalaian pihak terkait,” sebutnya.

Selain itu, Walikota Batam juga diminta harus segera memerintahkan Kadishub dan mitranya Kadin Batam agar dapat mengambil langkah proaktif dan antisipatif.

“Langkah itu berupa Temporary Actionnya apa?  Dan Permanent Actionnya aja?,” tegasnya.

Bahkan pihaknya juga meminta pemimpin harus menjadi contoh tegas dan sigap bertindak terutama terkait nyawa para warganya.

“Jangan membiarkan transportasi yang sudah tidak layak dan supir ugal-ugalan beroperasi di Batam,” ujarnya.

Selain itu Ahmad Hambali Hutasuhut berharap kepada Ketua Kadin, Jadi Rajagukguk dan juga Syamsul Paloh agar menyurati ketua DPRD Batam, Walikota dan Wakil Walikota Batam supaya dapat bersikap tegas dengan memberikan sanksi kepada pengusaha Bimbar.

“Kami sebagai Alumni Epson tidak akan tinggal diam. Dan saat ini sedang mencoba berkomunikasi dengan keluarga korban dua orang yang kakak beradik agar dapat menggugat secara perdata kepada Pemko Batam dan Pengusaha Bimbar,” katanya.

Ahmad Hambali Hutasuhut, mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya bahwa saat ini masih ada adik korban kecelakaan sedang di rawat di RS Awal Bross.

“Kakaknya yang karyawan Epson diterbangkan ke Magetan untuk dikebumikan oleh pihak keluarganya,” sebutnya.

Bahkan ia juga meminta kepada para pihak terkait agar dapat melakukan peremajaan angkutan umum dan melakukan pembinaan terhadap para supir dan pengusahanya.

“Jika tidak bisa dibina. Dengan sangat hormat agar Bimbar dibubarkan saja yang sering tabrak lari dan tabrak “MATI”,” ucapnya.

Terpisah, tidak hanya Alumni Epson Batam. Hal senada juga disampaikan netizen, agar pemerintah setempat tegas terhadap keberadaan angkutan Bimbar yang meresahkan warga.

Berikut komentar para netizen.

Valisa Galung
Sampai kapan berakhir???kalo sudah begini,apa bs nyawa ny di gantikan??buat pak supir,tolong lah lebih hati”.jgn ugal ugalan.hargai nyawa org lain🙏🏻.

Aty Naufalyn
TDK ad ketegasan dari pemerintah..SDH berulang kali memakan korban masih sja TDK ad tindakan..

Mahyudi Adli Harahap
Mobil arogan

Anggi
Pemerintah batam mau smp kpn angkutan yg bermsalh in dioprasikn,bimbar sudh tdk layak lgi buat kendaraaan umum sudh sering kli memakn korban,tolong save masyarakat yg msih beraktifts dngn angkutan umum.

Purwajaluli
Sudah banyak korban berjatuhan, saatnya pemerintah cabut ijin operasional bimb

Berikut Beberapa Kecelakaan Melibatkan Angkutan Umum Bimbar

Bukan sekali, perilaku barbar dalam berkendara oleh pengemudi Bimbar memakan korban. Jalanan di Batam seolah milik mereka sendiri.

Berikut beberapa kecelakaan melibatkan angkutan umum Bimbar yang dirangkum dari Batamnews.co.id:

1. Bimbar Terguling di Simpang Lampu Merah Engku Putri

Sebuah angkot Bimbar terguling di simpang lampu merah Jalan Engku Putri, Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa (2/1/2018) sekitar pukul 07.00 WIB.

Kondisi mobil rusak parah setelah menabrak tiang listrik. Sementara, sejumlah penumpangnya terluka.

Baca selengkapnya di sini.

2. Sopir Bimbar Tinggalkan Penumpang Patah Kaki

Pengemudi Bimbar (Dapur 12) BP 7282 DU warna merah yang mengalami kecelakaan di tanjakan Daeng, Tembesi, tepatnya di dekat Dam Mukakuning, diketahui melarikan diri usai kecelakaan, Rabu (2/10/2018) sore. Ia meninggalkan penumpangnya yang mengalami luka dan patah kaki.

Kanit Laka Lantas Polresta Barelang, Iptu Efendi Marpaung mengatakan sampai saat ini keberadaan pengemudi Bimbar masih diselidiki oleh kepolisian.

Baca selengkapnya di sini.

3. Bimbar Celakai Pemotor Ibu Hamil

Aksi ugal-ugalan Bimbar mencelakai Siti dan anaknya. Perempuan yang tengah hamil itu terjatuh kala berkendara di Simpang Kaveling Seroja arah Dapur 12, Sagulung, Sabtu (27/10/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

Penyebabnya, sebuah angkutan umum jenis Bimbar yang belok mendadak di depan Siti yang mengendari motor matik BP 6048 FF.

Sopir Bimbar yang tak diketahui identitasnya itu tak bertanggungjawab. Dia malah marah-marah kepada warga saat dimintai pertanggungjawaban.

“Sempat ngajak ribut warga. Setelah menantang kami, sopir itu kembali ke mobilnya, lalu mendadak kabur gitu aja,” kata Hendra.

Baca selengkapnya di sini.

4. Mahasiswa Poltek Batam Terpental Usai Tabrak Bimbar

Dua mahasiswi Politeknik Batam menjadi korban kecelakaan, Rabu (7/11/2018) malam. Penyebabnya, sebuah angkot Bimbar berhenti mendadak di depan kedua mahasiswi ini.

Mereka mengalami patah tulang dan luka-luka. Dari data yang dihimpun batamnews, dua mahasiswi Ajeng Puspa Sari dan Sherly Prasetia.

Baca selengkapnya di sini.

5. Bimbar Tinggalkan Jenazah Korban Usai Tabrak Pemotor

Sebuah kecelakaan maut terjadi di simpang Kepri Mall, Batam, Kepulauan Riau. Seorang pengedara motor, Wisnu Maulana (25), tewas ditabrak angkutan umum Bimbar BP 7264 DU, Selasa (8/1/2019) sekitar pukul 22.30 WIB.

Melihat korbannya sekarat, pengemudi bimbar langsung kabur meninggalkan Wisnu. Ia juga meninggalkan mobilnya di lokasi kejadian di Jalan Sudirman.

Baca selengkapnya di sini.

6. Bimbar dan Motor Hangus Usai Tabrakan

Tabrakan melibatkan angkutan umum Bimbar BP 7030 EU dan sebuah motor Yamaha Vixion BP 4698 MC terjadi di depan Perumahan Tiban Housing, Sekupang, Kamis (4/7/2019) sekitar pukul 01.00 WIB.

Akibatnya kedua kendaraan tersebut hangus terbakar. Kedua pengendara dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami luka-luka.

Baca selengkapnya di sini.

Pewarta : Frengki
Editor.    : Lestari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.