Tangis Haru dan Kisah Wali Murid Lihat Jenazah Robinson Silaban yang Diterjang Ombak

1719
Kepala Sekolah SMPN 7 Tanjungpinang Misnanelli (kiri). (foto: sijorikepri.com)

TANJUNGPINANG | Warta Rakyat — Insiden yang menimpa 3 pelajar kelas 3 SMP Negeri 7 Tanjungpinang, hingga meninggal dunia akibat diterjang ombak di Pantai Trikora, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, pada Minggu, (2/2/2020) membuat keluarga besar SMP Negeri 7 berduka.

Seluruh siswa dan guru berurai air mata mendengar kabar mengenaskan yang merenggut tiga nyawa anak didik sekolah tersebut.

Saat berlangsungnya upacara penghormatan terakhir bagi jenazah Robinson Silaban pada Senin (3/2/), seluruh siswa dan guru menangis.

Mereka tidak kuasa menerima kenyataan pahit yang merenggut nyawa Robinson Silaban

Bahkan, Misnanelli, Kepala Sekolah SMPN 7 Tanjungpinang ini, beberapa kali menghentikan ucapan belasungkawanya lantaran air matanya berkucuran.

Begitu juga dengan siswa sebaya dan lainnya, mereka tidak percaya jika tiga temannya tenggelam dan satu dinyatakan meninggal dunia.

”Anak-anak kita kehilangan tiga teman terbaik. Mereka siswa kelas 9, atas nama Ronaldo Robinson Silaban, Haikal Fatra, dan Sofyan Ramadhan,” katanya, Senin (3/2).

“Ronaldo Robinson Silaban telah ditemukan dan akan dimakamkan. Sedangkan, Haikal Fatra, dan Sofyan Ramadhan, belum ditemukan. Mari, kita doakan agar mereka cepat ditemukan,” lanjut Misnaneli.

Pesan Misnaneli, insiden ini harus dijadikan pelajaran berharga buat seluruh siswa.

Jika hendak bepergian, himbaunya, harus minta izin orang tua. Paling perlu diingat, bepergian ini harus sesuai dengan yang dikatakan saat minta izin.

”Selamat jalan, Nak. Kami selalu merindukanmu,” tuturnya.

Terpisah, Wali Kelas 9.3 SMP N 7, Raja Ema mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini.

Pasalnya, empat siswa SMP 7 yang tenggelam ini berasal dari kelasnya,

Bahkan, ia mengaku tidak kuat menyinggahi rumah duka saat prosesi pemakaman Ronaldo Robinson Silaban.

”Batin saya tidak kuat menerima cobaan ini. Mereka sangat dekat dengan saya,” katanya, sambil menyeka air matanya yang terlihat tidak henti menetes.

Raja Ema pun bercerita, mengenang pengalamannya dengan Ronaldo Robinson Silaban.

Beberapa hari jelang kepergiannya, Ema mengaku ada perubahan yang terjadi. Namun, perubahan tersebut tidak pernah ia gubris, karena menurutnya lumrah.

”Perubahan yang saya lihat jelang kepergian Ronal, (panggilan Ronaldo Robinson Silaban-Red), ia mencukur kumisnya,” katanya.

“Saya lihat bersih sekali. Sikapnya terhadap saya pun berubah. Ia sopan sekali menjawab semua pertanyaan yang saya berikan. Biasanya tidak seperti itu,” lanjut Ema.

Sekarang, kebersamaannya dengan Ronaldo Robinson Silaban, Haikal Fatra, dan Sofyan Ramadhan, tinggal kenangan manis yang akan terus ia ingat. Kenangan yang sangat pahit dialami siswanya.

”Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah menerima cobaan ini,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.