Kadisdukcapil Tanjungpinang Tanggapi Keluhan Warga Lambatnya Pengurusan KTP

479
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Irianto (foto: Batampos.co.id)

TANJUNGPINANG | Warta Rakyat – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Irianto, menanggapi keluhan warga yang dinilai lamban melayani warganya, salah satunya Sanggam Panggabean Jumat (13/12) malam.

Diketahui, Sanggam Panggabean merupakan warga Jalan Pompa Air, RT 003 / RW 001 Kelurahan Tanjungpinang Timur yang sedang mengurus kartu idrntitas diri tak kunjung seleasi. Ia mengajuian pergantian KTP lantaran hilang beberapa bulan yang lalu

Kepada wartawan, Irianto menyebut kendala tersebut terjadi secara nasional. Bahkan saat ini warga Kota Tanjungpinang sudah sekitar 8 ribu orang yang mengantri pengurusan KTP.

“Sudah ada 8000 lebih menunggu, sementara kita hanya dapat 500 sebulan. Itu terjadi setelah Pemilu kemaren,” katanya, Jumat (14/12) malam.

“Memang blanko tak ada dari pusat. Pergantian KTP hilang,  KTP rusak, rubah status memang tak bisa. Jatah kita 500 blanko per bulan. Perbulan itu kalau dibagikan 25 keping perhari,” lanjutnya.

Irianto mengungkapkan, pihaknya beserta seluruh kepala dinas sudah membicarakan kekurangan blanko tersebut di tingkat nasional.

“Seluruh kepala Dinas di Indonesia itu sudah kumpul di jakarta untuk membicarakan hal ini. Dan memang untuk penggandaan blanko e-KTP untuk tahun 2019 itu sudah habis, sudah batas minimal,” katnya.

Saat dikonfirmasi terkait adanya perbedaan pelayanan pembuatan KTP yang baru dengan pengurusan KTP disebabkan hilang, rubah status dan pindah, dirinya membenarkan hal tersebut

“ya jelaslah, orang yang belum pernah punya KTP dengan yang hilang, rubah status dan pindah alamat itu tentu beda.

Itu kan kebijakan. Jadi yang diutamakan itu yang pemula-pemula yang belum pernah punya KTP. Kan rasanya gak adil, anak sekolah pertama kali buat KTP mau sekolah keluar daerah yang baru tamat sekolah tidak bisa urus KTP.

Kalau blanko banyak gak masalah kita cetak semua,” sebutnya.

Lanjutnya, diperkirakan bulan Februari maupun Maret 2020 mendatang akan mulai normal kembali.

“Mudah-mudahan di awal februari dan maret mendatang sudah ada,” pungkasnya.

Pewarta : Frengki
Editor.    : Lestari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.