Parah! Kisruh PPDB, Banyak Anak Putus Sekolah

345
Orangtua peserta didik saat mendaftarkan anaknya pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online.

TANJUNGPINANG | Warta Rakyat – Sulitnya masuk sekolah negeri telah dirasakan sejumlah peserta didik di Tanjungpinang.

Pasalnya penerapan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online kini menuai berbagai polemik hingga berujung adanya anak yang tidak merasakan dunia pendidikan.

Pantauan media ini pasca dibukanya pendaftaran PPDB secara online, Senin (1/7) sejumlah warnet mulai dipadati siswa dan orangtua.

Tidak hanya itu, Rabu (3/7) pagi sekira pukul 06.00 WIB, di ruang antrian PPDB SMA N 2 Tanjungpinang dipadati siswa dan orangtua. Bahkan mereka rela mengantri dan berdesakan untuk mendapatkan nomor antrian.

Selain itu berdasarkan cacatan media ini, Kamis (4/7) kantor Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang digeruduk sejumlah orangtua. Kedatangan sejumlah orangtua guna meminta bantuan Disdik atas kendala yang dihadapi mereka untuk mendaftarkan anaknya.

“Penerapan sistem zonasi ini membuat kita bingung, adik ini sudah tinggal lama dikampung Banjar Air Raja namun saat iya mendaftar PPDB tidak bisa. Tidak masuk dalam zonasi,” ujar Renci yang merupakan tetangganya yang berupaya membantu Novita itu, Sabtu (6/7).

“Kendalanya dia (Novita calon siswa SD) rumahnya tidak masuk zonasi radius untuk mendaftar kesekolah,” kata Renci lagi kepada media ini.

Menyikapi itu, Renci pun mencoba mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang.

Renci mencoba meminta solusi atas hal itu. Namun apa, kata Renci. Ia justru disarankan pegawai Disdik Tanjungpinang untuk masuk sekolah swasta saja.

Renci pun kesal. “Sudah tau anak ini tinggal bersama orangtuanya yang pekerjaan sehari-hari hanya berkebun agar dapat melangsungkan hidup. Saya hanya kasihan makany saya mau bantu adek ini,” ungkap Renci kesal.

Atas permasalahan itu, media ini berupaya mengkonfirmasi Disdik Tanjungpinang.

Kepala Bidang SMP Disdik Kota Tanjungpinang Ellysa Purnamawaty mengatakan saat ini belum ada solusi yang bisa diberikan Disdik karena proses PPDB saat ini masih berlangsung hingga tanggal 6 Juli 2019.

“Bagaimana mencarikan solusi sementara proses PPDB sedang berlangsung, setelah nama yang lulus diumumkan sekolah dan untuk nama yang tidak muncul akan kita carikan solusi,” ucapnya.

Menurutnya tidak ada salahnya jika Disdik mengarahkan orangtua untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta sebab dalam aturan saat ini pemerintah juga kembali menghidupkan sekolah swasta.

“Kami selaku Disdik tidak boleh membeda bedakan sekolah swasta dan sekolah negeri,” ucapnya.

Ellysa mengatakan, jika dari awal masyarakat mematuhi sistem zonasi itu maka masalah tersebut tidak akan ada sebab, jika dipaksakan mendaftar sementara berada diluar atau jauh dari zona sekolah sehingga namanya akan terus tergeser setelah orang yang lebih dekat mendaftar.

” Saya tau semua yang datang memintak kepastian bagaimana nasib anaknya, tapi saya tidak berani ucapkan, saya minta pengertian dari orang tua agar mendaftarkan anaknya ke sekolah terdekat saja,” tutupnya

Penulis : Beto
Editor    : Prengki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.