91 Petugas KPPS Meninggal Dunia, JK minta Pemilu Serentak Dikaji Ulang

240
Tanjungpinang
Wapres Jusuf Kalla mendorong DPR mengevaluasi aturan soal pemilu serentak. (Foto: Indonesiainside)

JAKARTA | Wartarakyat.co.id – Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pemilu serentak perlu dikaji ulang. Karena, hingga hari ini terdapat 91 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal akibat keletihan dalam bertugas menyelenggarakan pemilu.

Dikutip dari Kompas, Kalla menyadari pemilu serentak merupakan amanat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 14/PUU-XI/2013 yang kemudian diatur dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Namun, Kalla menilai putusan MK yang menjadi dasar UU Pemilu saat ini bisa ditinjau kembali makna keserentakannya.

“MK juga melihat kenyataan, polisi berapa meninggal, KPPS berapa meninggal? Semoga dirahmati Allah atas segala jasa-jasanya. Apa itu mau dibiarkan? memang sesuai diperkirakan 24 jam berhitung. Ada di daerah-daerah,” kata Kalla saat di Kantor Pusat PT Kawasan Berikat Nusantara, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Tanjungpinang

Ia mengatakan, DPR bisa merevisi UU Pemilu sehingga pemilu tak lagi menimbulkan korban jiwa.

“DPR harus memutuskan. Yang meninggal saja berdoa supaya selamat. Kan hampir 100 orang. Apa itu diteruskan lagi supaya 5 tahun lagi ada meninggal ratusan orang karena keletihan, karena capek? Karena menghitung lama? Ini harus sesuai, proposional lah,” lanjut dia.

Jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia bertambah menjadi 91 orang. Selain itu, KPU mencatat, sebanyak 374 petugas KPPS sakit. Jumlah tersebut tersebar di 19 provinsi di Indonesia.

Para petugas yang meninggal dunia maupun sakit ini diduga kelelahan usai bertugas melakukan penghitungan dan rekapitulasi suara pemilu.

Sumber: Patrolmedia.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.